Home Buleleng Round Up Berita Foto Warga Banjar Lakukan Nyakan Diwang

Warga Banjar Lakukan Nyakan Diwang

874
0
SHARE

Warga di Desa Banjar Kecamatan Banjar melakukan tradisi nyakan diwang atau memasak diluar yang selalu dilakukan usai pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Nyakan Diwan diyakini mampu menjalin keharmonisan diantara warga.

Banjar, Buleleng memiliki beragama keunikan tradisi yang dilakukan di setiap desa, seperti jalnya di Kecamatan Banjar, hampir sebagian desa melakukan tradisi Nyakan Diwang atau memasak diluar.

Nyakan Diwang merupakan satu tradisi yang harus tetap dijaga sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana, hubungan manusia dengan manusia, sebab memasak diluar itu hanya merupakan sarana untuk lebih mengakrabkan keluarga dengan keluarga lainnya dan sekaligus saling mengunjungi setelah melaksanakan Catur Berata Penyepian di Hari Suci Nyepi.

Kelian adat Melanting, Desa Banjar, Ida Kade Ngurah mengungkapkan, pelaksanaan nyakan diwang merupakan tradisi yang setiap tahun dilakukan oleh warga yang ada di Desa Banjar, dimana dalam kegiatan itu membawa makna tersendiri bagi warga.

“Tentu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut membawa makna dan pengertian bagi masyakat yang ada di Desa Banjar seperti halnya dengan adanya pelaksanaan tersebut sebagai alat memupuk kekerabatan serta tali persahabatan antara satu dengan yang lainnya bahkan dengan adanya kegiatan tersebut juga dipandang untuk menyepikan dapur yang ada di masing-masing keluarga sehingga kekotoran atau keregedan terjauh dari keluarga dan kebahagian keluarga kecil dapat terjaga melalui nyakan diwang,” papar Ida Kade Ngurah.

Hal serupa diungkapkan Ida Bagus Kade Susila, warga Desa Banjar, dimana tradisi itu akan lebih mempererat persaudaraan dan kebersamaan. ”Nyakan diwang ini merupakan tradisi sejak dulu. Dimana kegiatan ini kami yakini untuk menyucikan lingkungan dan dapur kami. Dilain itu pelaksanaan nyakan diwang ini dilakukan guna memupuk tali persaudaraan antara masyarakat satu dengan yang lainnya karena saat nyakan diwang yang dilakukan para masyarakat saling berkunjung antara masyarakat yang lainnya,” ujarnya.

Ida Bagus Susila menuturkan, tradisi nyakan diwang tidak diketahui secara pasti mulai dilakukan, hanya saja nyakan diwang itu mampu mendorong keharmonisan diantara warga, sebab dalam pelaksanaan warga saling mengunjungi.

“Yang menarik dalam kegiatan ini, seluruh warga yang sedang melaksanakan kegiatan nyakan diwang saling mengunjungi dan ini tentunya menambah kekerabatan dan rasa persaudaraan,” ungkap Ida Bagus Susila.

Tradisi nyakan diwang nampaknya harus terus dilakukan walaupun perkembangan jaman semakin pesat, sehingga tradisi unik itu mampu dipertahankan dan dilestarikan. (tha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.