Home Buleleng Round Up Wakili Desa Adat Buleleng Tiga Ogoh-Ogoh Dinilai

Wakili Desa Adat Buleleng Tiga Ogoh-Ogoh Dinilai

34
0
SHARE

Kendran, Guna mempersiapkan ogoh-ogoh yang akan mewakili desa adat Buleleng pada lomba ditingkat Kabupaten, Desa adat Buleleng Minggu(02/08) menggelar penilaian.

Dari 14 banjar adat yang merupakan bagian dari desa adat Buleleng, 3 banjar adat diantaranya telah membuat ogoh-ogoh persiapan pengerupukan pada Nyepi Caka 1942 pada  tanggal 25 Maret lalu. Namun karena terganjal Covid-19 akhirnya pengerjaannya dihentikan.

Ketiga ogoh-ogoh dimaksud masing-masing ogoh-ogoh Sang Kala Wimurca dari banjar adat Delod Peken, Sang Jogor Manik dari banjar adat Liligundi dan Sang Bhuta Cuil dari banjar adat Banjar Tegal.

Tim juri yang diketuai Kelian desa adat Buleleng Nyoman Sutrisna secara bergiliran mendatangi lokasi pembuatan ogoh-ogoh dimaksud di balai banjar masing-masing.

Usai penilaian ketua tim juri Nyoman Sutrisna menjelaskan desa adat Buleleng akan mengikuti lomba ditingkat kecamatan. Untuk itu pihaknya akan mengutus satu banjar adat untuk mengikutinya atas nama desa adat Buleleng. Adapun kriteria penilaian meliputi, anatomi, tanpa plastik, karya orisinil, pakem dan tema. Peserta yang berhak mewakili desa adat Buleleng akan diumumkan tanggal 4 Agustus lusa. Peserta wakil dari desa adat Buleleng akan didaftarkan tanggal 7 Agustus mendatang. Juara berhak atas uang pembinaan duajuta rupiah dan uang penyempurnaan tiga juta rupiah. Sedangkan juara kedua dan ketiga berhaok atas uang pembinaan  satu setengah juta riupiah  dan satu juta rupiah. “Tentu saja desa adat buleleng mempersiapkan untuk mengikuti lomba ditingkat kabupaten. Karena ada 3 banjar adat yang mengikuti tentu saja desa adat sudah membentuk tim juri untuk menilai mudah-mudahan dari 3 peserta ini ada yang lanjut untuk mewakili di tingkat kabupaten,”terangnya.

Wakil ketua teruna Abhirama Devari banjar adat Liligundi Gede Taragita Sandre Putra menjelaskan ogoh-ogoh yang dibuatnya bulan Januari lalu dihentikan pengerjaanya karena situasi Covid-19. Tingkat penyelesaian ogoh-ogoh Sang Jogor Manik mendekati 90 persen dengan biaya yang telah dihabiskan tujuh juta rupiah. “Sang Jogor Manik ini adalah penguasa alam baka, bahan nya menggunakan 90 persen ulat-ulatan namun untuk bagian kepala terbuat dari sterofoam karena ada motor penggerakknya. Jadi untuk kepala dan cakranya ada teknologi geraknya. fragmentari sebenarnya sudah disiapkan untuk nyepi kemarin. Ini baru 85 persen, belum finnishing, biaya yang sudah dikeluarkan kira-kira 7 juta rupiah,”jelasnya.

Seperti diketahui mengapresiasi kegaiatan masyarakat yang telah membuat ogoh-ogoh untuk merayakan Pengerupukan Nyepi bulan Maret lalu  Pemerintah Propinsi Bali akan menggelar lomba ogoh-ogoh diawali dari kompetisi ditingkat kecamatan, Kabupaten dan Propinsi.

Disbud Buleleng telah merancang lomba ditingkat kecamatan untuk menentukan tiag besar, demikian halnya dengan ditingkat kabupaten. Penilaian ditempat atau juri mendatangi tempat pembuatan ogoh-ogoh akan dilaksanakan mulai tanggal 15-26 September mendatang.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.