Home Buleleng Round Up Tersumbat Belasan Tahun Irigasi Lokapaksa Kembali Dikeruk

Tersumbat Belasan Tahun Irigasi Lokapaksa Kembali Dikeruk

34
0
SHARE

Lokapaksa, Saluran irigasi yang mengairi dua kecamatan masing-masing Seririt dan Gerokgak tersumbat sejak belasan tahun lalu.

Daerah Aliran Sungai  yang bermula dari Bangunan Saluran Air, BSA 5 di desa Lokapaksa kecamatan Seririt sejak belasan tahun  lalu tersumbat akibat endapan lumpur atau sedimentasi.  Pada saat pembangunan tahun 1980 silam saluran irigasi  sepanjang hampir 4 kilometer  itu diperuntukkan dapat mengairi  4 wilayah subak di Kecamatan Seririt mulai dari Desa Banjar Asem meliputi Subak Pangkung Kunyit, Subak Tegallenga, Subak Buluh dan  Subak Lebah, Sedangkan di Kecamatan Gerokgak meliputi subak Tinga-Tinga, dan subak di Desa Patas. Lama tersumbat, Jumat (14/02) Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyan didampingi Plt kadis PUPR I Putu Adipta Ekaputra mengunjungi saluran irigasi primer tersebut.

Dipaparkan bahwa  Balai Wilayah Sungai, BWS bali-Penida sudah sempat memberikan bantuan untuk pengerukan sedimentasi. Dana sebesar 40 juta rupiah itun dikelola swadaya oleh warga setempat, namun tak mampu menyelesaikan persoalan. Endapan lumpur mengeras hingga sepenjang hampir empat kilometer.

Bupati Putu Agus Suradnyana mengakui jika endapan itu pernah dikeruk oleh BWS. Melihat endapan masih cukup tebal mengingat pengerukan dilakukan secara manual. Tahun ini secara pribadi Agus yang juga pengusaha sukses ini menyumbangkan alat beratnya untuk dimanfaatkan mengeruk saluran air tersebut. Dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk menuntaskan persoalan sumbatan air tersebut. “Dari terowongan menuju subak yang memerlukan air panjangnya 4 kilo, sedimennya sekitar 1 meter lebih sepanjang 4 kilo, kalau kita kerjakan dengan alat berat kita butuh waktu 3 bulan, itu yang belum disentuh, sehingga terowongan ini mubazir. Warga sudah menggali terowongan ini secara manual. Padahal ada 400 hektar tanah yang bergantung dengan air ini. Kebetulan sekarang saya ada bantu dengan alat berat pribadi saya jadi untuk OP nya saja yang di bantu oleh PUPR,”terangnya.

Bupati Pas menyampaikan ide untuk secara bertahap memanfaatkan saluran irigasi melalui pipa paralon sehingga perlahan bisa dimanfaatkan untuk memelihara ikan berkelanjutan. “Saya Cuma mencoba-coba saja sekalian menjaga kebersihan. Airnya dikecilin sepanjang satu kilo dulu kalau diisi ikan kan bisa. Potensi airnya luar biasa,”ujarnya.

Ditempat yang sama Kelian Subak Pangkung Kunyit desa Banjar Asem Made Darmawan mengatakan segala upaya telah dilakukan agar aliran sungai itu bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya.”Dengan dana swadaya sepanjangan 400 kami dikasi dana oleh OP hanya 45 juta sedangkan menghabiskan dana 60 juta tapi dengan swadayta, makanya terowongan ini sudah serlesai namun di depan sedimennya masih besar jadi kita minta bantuan pemda. Syukur diberikan bantuan juga. Untuk subak pegangan saya 76 hektar, kalau irigasi ini bisa mengalir normal 400 hektar subak yang terselamatkan,”ucapnya.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.