Home Buleleng Round Up Tersangka Azhari Menangi Pilkel Celukanbawang Dugaan Money Politik Di Bebetin

Tersangka Azhari Menangi Pilkel Celukanbawang Dugaan Money Politik Di Bebetin

58
0
SHARE

Buleleng, Walau berada di dalam penjara, Mohamad Azhari, tersangka kasus dugaan korupsi tukar guling lahan kantor desa Celukanbawang memenangkan pemilihan calon perbekel desa Celukanbawang di Kecamatan Gerokgak.

Sebanyak 79 desa di Buleleng menggelar pemilihan calon perbekel periode 2019-2025 dilaksanakan serentak Kamis (31/10). Di kecamatan Gerokgak Perbekel incumbent Mohammad Azhari yang kini berstatus tersangka memenangkan pilkel desa Celukanbawang. Azhari yang kesandung hukum karena dugaan korupsi kasus tukar guling lahan kantor desa celukanbawang  menggunakan hak pilihnya pada TPS 7 Desa Celukanbawang. Ia datang menggunakan celana jeans dan baju kemeja biru bermotif kotak-kotak dikawal  staf Kejaksaan Negeri Singaraja. Azhari yang selama ini mendekam dibalik jeruji besi LP Singaraja mendapatkan nomor undi 3 bersaing dengan Irwan pada nomor undi 1 dan Muhajir pada nomor undi 2. Dari 2.393 suara yang dinyatakan sah, Mohamad Azhari memperoleh 1.133 suara disusul  Irwan dengan 749 suara dan Muhajir dengan 511 suara. Sebanyak 22 suara dinyatakan tidak sah.

Kadis PMD Buleleng Made Subur dikonfirmasi via telepon menjelaskan tersangka Azhari akan tetap dilantik sekitar bulan Desember sambil menunggu putusan hukum yang telah berkekuatan tetap atau incraht. “Tetap dilantik, tapi kalau sudah ada putusan pengadilan, setelah dilantik langsung diberhentikan,”terangnya.

Kadis PMD Made Subur menambahkan tingkat kehadiran pemilih pada pilkel serentak kali ini mencapai rata-rata 80 persen.

Ditempat terpisah Pilkel di desa Bebetin Kecamatan Sawan diwarnai dugaan aksi politik uang. Beberapa warga yang mengaku diberikan uang untuk memilih calon tertentu melapor kepada panitia pilkel. Dugaan money politik diperkirakan terjadi Rabu (30/10) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, salah seorang pemilih Made Mudita, warga Dusun Tabang Desa Bebeti diberikan uang oleh Ketut MD. Saat memberikan sejumlah uang, MD menyampaikan kalau uang itu diberikan oleh salah seorang calon perbekel. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada panitia pilkel. Proses dilakukan hingga jam 04.00 wita dengan barang bukti berupa uang kertas Rp. 100.000 sebanyak 3 lembar.

Sekretaris Desa Bebetin Made Mei Wijaya dikonfirmasi via telepon Kamis (31/10) membenarkan jika telah terjadi dugaan money politik pada Pilkel desa Bebetin. Kasus itu selanjutnya dibahas bersama para calon perbekel dan disepakati bahwa pilkel jalan terus, sedangkan  laporan dugana money politik dilaporkan ke pengawas Kabupaten Buleleng.

Kadis PMD Made Subur menegaskan jika terjadi dugaan money politik dan alat bukjtinya dipandang cukup maka kasus itu akan dibawa ke ranah hukum. “Kalau memang ada bukti, proses, pidana, selesai,”jelasnya.

Sementara itu mantan anggota DPRD Buleleng Made Mangku Ariawan yang tidak lolos pada Pileg lalu, sukses mengalahkan perbekel incumbent desa Panji di kecamatan Sukasada. Mangku Panji, demikian sapaan akrab Mangku Ariawan menyisihkan empat rivalnya diantaranya Gede Supada Yasa, Dewa Gede Karyawan, Made Merta Sariada, dan incumbent Nyoman Sutama.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.