Home Buleleng Round Up Tapal Batas Buleleng-Bangli Diduga Bergeser

Tapal Batas Buleleng-Bangli Diduga Bergeser

20
0
SHARE
Berita Buleleng Terbaru, Berita Buleleng Hari Ini

Tapal batas Buleleng dengan bangle diduga mengalami pergeseran. Kondisi ini menimbulkan keresahan warga terkhusus pada wilayah perbatasan tersebut.

Singaraja, Kenyataan itu disampaikan salah seorang anggota dewan asal Desa Les Ni made Putri Nareni di gedung dewan Selasa (12/09/2017) siang. Menurutnya peristiwa pergeseran tapal batas diduga terjadi sejak dua tahun lalu. Warga desa Butiang di Kecamatan Tejakula mengaku resah mengingat wilayah yang selama ini merupakan bagian wilayah kabupaten buleleng telah diklaim sebagai wilayah kabupaten Bangli. Pergeseran wilayah Bangli ke Buleleng mencapai hampir duakilometer. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan vokalis dewan dari partai nasdem ini berharap pemkab Buleleng segera turun tangan menyikapi keadaan tersebut. Masyarakat desa Les mengusulkan agar perbatasan kedua desa lebih dipertegas dengan sebuah tanda yang tidak bisa digeser oleh siapapun. “Untuk itu masyarakat minta supaya Pemerintah Kabupaten Buleleng memfasilitasi atau mendata kembali sebenarnya batas yang sebenarnya itu dimana,” ujar Ni made Putri Nareni.

Saat ditanya apakajh lahan tersebut merupakan lahan produktif ataukah non produktif, anggota dewan Putri Nareni menegaskan bahwa lahan tersebut merupaakn lahan produktif. Kades setempat menurut Nareni telah mencoba melakukan komunikasi dengan Pemerintah propinsi namun hingga kini belum membuahkan hasil. “Bukan sekedar wilayah yang diambil tapi dampak buruknya itu nanti kita yang dapat. Posisi mereka kan di atas, jadi sudah dijadikan lahan produktif cengkeh, pisang dan sebagainya. Air sudah semakin kecil, kemudian nanti kalau hujan lebat, kemungkinan longsor itu tinggi. Dampak buruknya kan masyarakat kita yang di Les,” tambahnya.

Dikonfirmasi atas kenyataan itu sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka mengaku akan segera menyikapi persoalan yang terjadi. Selama ini menurutnya Pemkab Buleleng telah menjalin kerjasama dengan badan  geospasial  yang dapat menunjukkan posisi atau lokasi suatu objek di atas permukaan bumi dengan posisi keberadaannya mengacu pada sistem koordinat nasional. “Kita kan sudah kerja sama dengan geospasial menyangkut tapal batas ini, kongkritnya kita sebenarnya sudah tau titik – titiknya dimana,” tutup Dewa Ketut Puspaka. (wir/ea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.