Home Buleleng Round Up Sinergi BMI dan LDC Cegah Penyebaran DB Menyasar Desa Pakisan

Sinergi BMI dan LDC Cegah Penyebaran DB Menyasar Desa Pakisan

104
0
SHARE

Pakisan, Penyebaran penyakit demam berdarah (DB) kembali terlihat di Kabupaten Buleleng, salah satunya di Desa Pakisan Kecamatan Kubutambahan sehingga mendorong DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng bersama Loyalis Dokter Caput (LDC) melakukan sinergi pencegahan.

Menyasar sejumlah lokasi di Desa Pakisan Kecamatan Kubutambahan, Minggu 17 Januari 2021, DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng bersama Loyalis Dokter Caput (LDC) melakukan aksi pengasapan atau fooging menyusul mencuatnya kasus demam berdarah yang ditemukan di desa tersebut, bahkan dalam aksi yang dilakukan secara sinergi itu dikomando langsung Ketut Putra Sedana yang akrab disapa Dokter Caput.

Jro Sedaan Putu Cakra, salah satu tokoh masyarakat di desa setempat mengungkapkan, aksi yang dilakukan dokter caput melalui BMI dan LDC yang terus bergerak melakukan pencegahan terhadap penyebaran demam berdarah meski ditengah pandemi covid-19. “Saya ucapkan terimakasih atas datangnya ke desa Pakisan untuk melaksanakan fogging dan guna menjaga kesehatan masyarakat pakisan dan ini bisa dilanjutkan lagi itu harapan kami,”ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa atau Perbekel Desa Pakisan, I Gede Wijaya, dimana sejumlah warganya sudah terdampak akibat demam berdarah yang dibawa nyamuk aedes aegpti sehingga memerlukan pencegahan dan antisipasi secara dini meski sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. “Dari Dinas Kesehatan juga sudah melakukan fogging disini dan sudah memberikan bubuk abate di masing-masing KK sudah diberikan, dan ada bantuan dari Dokter Caput ini masyarakat kami bisa bebas dari DB,”ungkapnya.

Ketua DPC BMI Buleleng, Putra Sedana mengatakan, aksi yang dilakukan secara sinergi dengan melibatkan para relawan BMI Buleleng dan LDC didasari permintaan masyarakat sehingga dilakukan upaya pencegahan dengan antisipasi dini melalui aksi pengasapan atau fooging untuk membunuh nyamuk dewasa. “Kita melakukan giat fogging di desa Pakisan sesuai dengan permintaan dari Perbekel sehubungan dengan banyaknya DB di desa Pakisan, disinilah relawan kita turun untuk berpartisipasi mengatasi DB,”terangnya.

Dokter Caput yang menjadi panggilan akrab dokter Putra Sedana, Sp.OG ini juga memgakui melakukan langkah-langkah edukasi kepada masyarakat didalam upaya mengurangi perkembangan nyamuk pembawa penyakit demam berdarah tersebut. “Kita juga terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungannya dengan 3M,”tutupnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, ditahun 2020, Kabupaten Buleleng mencatat kasus tertinggi Demam Berdarah di Indonesia dengan mencapai 2.677 kasus, sehingga dengan kondisi tersebut BMI dan LDC akan terus melakukan sinergi dengan menyasar desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng dalam upaya pencegah penyebaran demam berdarah tersebut.(tha/dpa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.