Home Buleleng Round Up Photographer Perkosa Calon Modelnya, Tangan di Ikat dan Mulut di Sumpal

Photographer Perkosa Calon Modelnya, Tangan di Ikat dan Mulut di Sumpal

21
0
SHARE

Kampung Kajanan, Seorang yang mengaku sebagai photographer ditangkap polisi atas laporan kasus pemerkosaan yang dilakukan ketika melakukan proses pemotretan didalam studionya di Dusun Purwa Desa Pengastulan Kecamatan Seririt.

Dengan wajah tertunduk, pria berkacamata yang bernama Putu Manuaba alias Manu (43) warga Dusun Purwa Desa Pengastulan Kecamatan Seririt, rabu siang digiring polisi ke bagian depan Lobby Mapolres Buleleng. Manuaba alias Manu yang mengaku sebagai seorang photographer diamankan polisi lantaran melakukan pemerkosaan atau persetubuhan terhadap dua pelajar dari salah satu desa di Kecamatan Banjar di studionya di Desa Pengastulan Kecamatan Seririt.

Berdasarkan laporan orang tua DY (17) dan L (17) yang tercatat masih duduk di bangku SMA itu menyebutkan kedua gadis itu diiming-imingi akan menjadikan foto model terkenal melalui pesan singkat dalam media sosial, hingga akhirnya keduanya terpikat dan mendatangi pelaku bertemu di Pantai Ume Anyar, bahkan usai melakukan sejumlah sesi pemotretan terhadap kedua pelajar dalam waktu yang berbeda itu, pelaku kemudian mengajak korban ke studionya di Desa Pengastulan hingga para korbannya digarap ditempat itu pada 12 Nopember dan 3 Desember.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengatakan, tersangka Manu ditangkap dikediamannya atas laporan kedua korban. Modus tersangka, dengan mengiming-imingi korbannya dijadikan foto model, bahkan pelaku diduga telah menyiapkan skenario saat berada di studio atau rumahnya dimana korban-korban itu tangannya diikat dan mulutnya disumpal selanjutnya dengan mudah melepas pakaian korban. “Kejahatan berulang kali korbannya ada dua. Modusnya dia menawarkan melalui media sosial mengiming-imingi di orbitkan menjadi model”,jelasnya.

Pelaku Putu Manuaba alias Manu mengaku khilaf dengan perbuatan yang telah dilakukannya itu dan mengakui telah melakukan perbuatan persetubuhan dengan dua korban, bahkan satu diantaranya diberikan uang sebesar 100 ribu rupiah. “Yang pertama saya kasih uang seratus ribu. Yang kedua saya mau belikan nasi malah kabur dia”,ungkapnya.

Dari penanganan kasus itu, Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng telah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya pakaian milik para korban, selendang yang digunakan mengikat para korban, kamera digital, 2 laptop, handphone milik pelaku, dan perlengkapan photographi dan atas perbuatanya itu pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak junto Pasal 63 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.