Home Artikel Kesehatan Pentingnya Mengetahui Kanker Serviks

Pentingnya Mengetahui Kanker Serviks

Kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim kaum wanita. Leher rahim berfungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim. Sama halnya dengan kanker rahim, kanker serviks ini berbahaya bagi wanita pada umumnya.

1656
0
SHARE
Kanker serviks, mengenal kanker serviks, mengetahui kanker serviks
Image by mdanderson.org
Kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim kaum wanita. Leher rahim berfungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim. Sama halnya dengan kanker rahim, kanker serviks ini berbahaya bagi wanita pada umumnya. Sebagai seorang wanita, mengetahui kanker serviks sangat perlu guna mencegah timbulnya kanker ini dikemudian hari.

Semua wanita pada usia berapapun bisa beresiko terkena kanker rahim. Namun biasanya kasus kanker serviks banyak ditemui pada wanita yang berumur diantara 30-45 tahun. Sangat sedikit kasus kanker serviks yang ditemui pada wanita yang berumur di bawah 25 tahun. Sebagai seorang wanita, ada baiknya untuk mengetahui kanker serviks ini agar bisa melakukan pencegahan sehingga tidak terjadi dikemudian hari.

Kanker serviks terjadi bukan hanya disebabkan oleh faktor hormon saja. Banyak wanita yang tidak bisa menjaga kebersihan organ reproduksinya juga dapat memicu terjadinya kanker serviks. Dengan kata lain, gaya hidup yang kurang sehat bisa menjadi momok dari kanker yang menyerang serviks atau leher rahim wanita.

Baca juga: Radioterapi Untuk Kanker Serviks

Kanker jenis ini merupakan jenis tumor ganas yang menyerang permukaan dari leher rahim atau serviks. Sel-sel yang ada pada permukaan leher rahim ini mengalami penggandaan dan mengalami perubahan sifat sehingga tidak seperti sel pada umumnya. Perubahan sel inilah yang menyebabkan pertumbuhan tumor ini menjadi sangat signifikan. Selain itu, sel ganas yang telah mengalami perubahan ini dapat dengan mudah menyebar ke organ-organ yang dekat lainnya.

Pada tahap awal, tidak terlihat gejala-gejala yang jelas jika terkena kanker serviks. Biasanya, gejala awal yang timbul pada penderita kanker serviks adalah pendarahan yang terjadi setelah berhubungan seksual, di luar masa menstruasi ataupun setelah menopause. Memang tidak semua pendarahan pada vagina mengindikasikan terjadinya kanker serviks. Namun ada baiknya jika menghubungi dokter untuk mendapatkan penjelasan yang tepat untuk menghindari terjadi masalah yang mungkin terjadi.

Di Indonesia sendiri banyak sekali penderita kanker serviks. Menurut WHO, sebanyak 490.000 wanita di dunia menderita kanker serviks tipa tahunnya. Salah satunya adalah di Indonesia. Setiap harinya, di Indonesia diperkirakan 40-45 kasus kanker serviks baru. Sekitar 20-25 orang meninggal akibat penyakit ini. Jika dihitung, setiap bulannya Indonesia kehilangan sekitar 600-750 perempuan. Ini membuktikan bahwa penyakit kanker serviks ini adalah penyakit yang serius dan umumnya memang menyerang kaum hawa. Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia memang cukup tinggi. Hal ini diakibatkan oleh keterlambatan diagnosis. Biasanya, saat penyebaran kanker ini sudah mulai meluas, barulah penderita kanker serviks memeriksakannya. Inilah yang menyebabkan proses pengobatan yang seharusnya dilakukan dari awal menjadi sulit.

Selain gaya hidup yang tidak sehat, penyebab utama kanker serviks ini adalah Human Papillomavirus (HPV). Apa itu HPV? Hampir semua kasus kanker serviks adalah ulah dari HPV ini. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan terjadinya kutil pada tangan, kaki, dan alat kelamin. HPV pada umumnya ditularkan melalui hubunga seks dan menjadi pemicu awal terjadinya kanker serviks.

HPV sebenarnya adalah virus umum yang ada di sekeliling kita. Jenisnya tergolong banyak bahkan virus ini sampai 100 jenis. Walaupun ada banyak jenis virus HPV, namun tidak semua tergolong ganas dan dapat memicu kanker serviks. Banyak orang yang terkena virus ini bisa sembuh dengan sendirinya. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang kita miliki. Selain itu, proses penyembuhan tanpa tindakan medis ini bisa dipengaruhi oleh jenis virus HPV yang menyerang seseorang. Dari banyaknya jenis virus HPV ini, ditemukan bahwa HPV jenis 16 dan 18 yang banyak menyebabkan kasus kanker serviks. Sebanyak 70% kasus kanker serviks disebabkan oleh kedua jenis virus HPV ini.

Virus HPV bisa menyerang semua jenis kelamin, baik pria maupun wanita. Kendati demikian, tidak semua usia rentan terkena virus ini. Virus ini akan menyebar pada pria ataupun wanita yang tergolong ke dalam seksual aktif. Secara sederhana, seksual aktif adalah setiap orang yang telah melakukan hubungan seksual baik yang sah ataupun tidak. Sebuah penelitian dilakukan pada mahasiswa untuk mengetahui penuran virus HPV. Mahasiswa yang awalnya tidak terinfeksi virus HPV dan tidak pernah melakukan hubungan seksual selama masa perkuliahan, sebanyak 30% mahasiswa terinfeksi dalam waktu 1 tahun setelah pertama kali melakukan hubungan seksual dan terus meningkat sampai angka 50% dalam kurun waktu 4 tahun. Hal ini menunjukkan betapa mudahnya virus ini menyebar melalui hubungan seksual.

Selain virus HPV, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks. Aktivitas seksual yang terlalu dini bisa meningkatkan resiko kanker serviks. Apalagi sering berganti-ganti pasangan. Kedua hal ini akan memicu penularan virus HPV dan bahkan mengakibatkan terjadinya kanker serviks. Selain itu, merokok adalah faktor lain yang dapat meningkatkan resiko kanker serviks hingga 2x lipat khususnya bagi wanita yang merokok. Hal ini disebabkan karena kandungan bahan kimia yang ada pada rokok dan mengandap pada dinding rahim. Yang terakhir adalah melahirkan anak. Memang melahirkan adalah hal norma bagi wanita yang sudah berumahtangga. Namun perlu kita ketahui, wanita yang melahirkan banyak anak akan lebih beresiko terkena kanker serviks. Mengapa demikian? Diperkirakan bahwa perubahan hormon pada saat melahirkan menyebabkan leher rahim mudah terserang virus HPV.

Kanker serviks dapat diobati dengan beberapa tindakan medis dan terapi. Pengobatan kanker serviks sangat tergantung pada stadium kanker, usia pasien, dan kondisi medis lainnya. Untuk memutuskan pengobatan apa yang harus dijalani adalah suatu pilihan yang sulit. Proses pemilihan pengobatan kanker serviks harus tepat guna sesuai dengan kebutuhan pasien. Bisanya sebelum melakukan pengobatan akan diberikan beberapa saran oleh dokter. Namun, keputusan untuk menjalani pengobatan tetap di tangan pasien.

Penanganan kanker serviks menurut stadiumnya terbagi menjadi dua. Yang pertama adalah penangan kanker serviks tahap awal. Pada tahap ini akan dilakukan pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, dan kombinasi keduanya. Yan kedua adalah penanganan kanker serviks stadium akhir. Pada tahap ini akan dilakukan radioterapi atau kemoterapi, bahkan akan dilakukan operasi juga apabila dibutuhkan.

Itulah beberapa informasi penting mengenai kanker serviks. Semoga bermanfaat.

Konsultasikan kesehatan anda di Health Care Personal Consultation

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.