Home Buleleng Round Up Pengancam Debt Collector Dijerat Pasal Berlapis

Pengancam Debt Collector Dijerat Pasal Berlapis

60
0
SHARE

Kampung Kajanan, Pengancam debt collector di Dusun Kajanan Desa Penglatan Kecamatan Buleleng dijerat dengan pasal berlapis oleh kepolisian setelah ditemukan sejumlah senjata tajam dan senjata api di tempat tinggal pelaku yang mantan pentolan Ormas Ternama di Bali.

Perbuatan pengancaman dengan senjata tajam yang dilakukan Gusti Sudriyasa Utama (44) di Dusun Kajanan Desa Penglatan Kecamatan Buleleng membuat mantan anggota Ormas ternama di Bali itu dijerat oleh polisi dengan pasal berlapis, diantaranya pasal pengancaman dan kepemilikan senjata tajam tanpa ijin, bahkan polisi saat melakukan pengeledahan juga menemukan tiga pucuk senjata api, satu diantaranya berupa pistol.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, Senin 29 Juni 2020 di Mapolres Buleleng mengakui aksi pengancaman terhadap korban I Gede Suastika dilakukan pelaku dengan mengunakan sebuah parang saat korban menagih cicilan sepeda motor.”Ketika korban mendatangi tersangka, tersangka langsung marah-marah dan langsung mengambil parang dibelakang rumah dan melakukan pengancaman. Korban melarikan diri sampai meninggalkan sepeda motornya dan terjatuh kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polres Buleleng,”terangnya.

Kasat Reskrim Vicky Tri Haryanto mengatakan, dari aksi yang dilakukan pelaku dan barang bukti yang diamankan dijerat dengan pasal berlapis lantaran barang bukti yang ditemukan tidak memiliki ijin.”Pengakuan tersangka, senjata itu merupakan koleksi dan untuk menjaga diri. Namun menurut UU RI nomot 12/1951 apabila tidak memiliki ijin dan bukan profesinya bisa dijerat hukum penjara 10 tahun. Jadi kami terapkan pasal 368 ayat 1 tentang pengancaman dengan penjara paling lama 9 tahun dan pasal 2 ayat 2 UU RI tahun 1951 tentang senjata tajam,”paparnya.

Terlapor Gusti Sudriyasa Utama yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengakui tidak mengetahui korban merupakan petugas untuk menagih cicilan, dimana tiba-tiba saja menagih dan membuatnya emosi.”Saya tidak tahu itu debt collector, dan itu terjadi begitu saja. Saya rasa orang itu (debt collector) belum pernah kerumah. Say rutin tiap bulan bayar cicilan, kalau tidak kakak saya, ya yang memegang keuangan saya yang bayar,”ujarnya.

Dalama proses penanganan kasus tersebut, Unit Jatantras Sat Reskrim Polres Buleleng setelah menerima laporan resmi korban langsung bergerak dan melakukan penangkapan, bahkan saat pengeledahan polisi menemukan sejumlah barang bukti diantaranya, 2 buah tombak trisula, dua pucuk senapan angina, sebuah pistol, tiga buah pedang panjang dan dua buah sangkur.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.