Home Buleleng Round Up PDI Perjuangan Buleleng Ingatkan Polisi Tuntaskan Kasus Pembakaran Bendera

PDI Perjuangan Buleleng Ingatkan Polisi Tuntaskan Kasus Pembakaran Bendera

52
0
SHARE

Kampung Kajanan, Pengurus dan sejumlah kader serta simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Buleleng mengingatkan kepolisian untuk menuntaskan kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan di Jakarta serta sekaligus tudingan yang menyebutkan komunis.

Puluhan perwakilan struktur partai dari kepengurusan PDI Perjuangan ditingkat ranting, cabang hingga sayap partai serta sejumlah simpatisan di Kabupaten Bulelengt, Senin 29 Juni 2020 mendatangi Mapolres Buleleng untuk mendukung dan mengingatkan kepolisian menuntaskan kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam aksi penolakan RUU Haluan Indeologi Pancasila di Jakarta.

Tidak seluruh perwakilan struktur partai dari kepengurusan PDI Perjuangan yang datang ke Mapolres Buleleng, sebagian besar menunggu di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, demikian juga kader PDI Perjuangan hanya berada di depan Mapolres Buleleng tepatnya di depan Pura Agung Jagatnatha dan hanya sejumlah perwakilan diterima secara langsung yang dipimpin Anggota Komisi IX DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana yang juga Bappilu DPP PDI Perjuangan yang diterima Kepala Bagian Operasional Polres Buleleng, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma.

Anggota Komisi IX DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana menegaskan, kedatangan para pengurus, kader dan simpatisan PDI Perjuangan Buleleng untuk mendorong dan mengingatkan kepolisian dalam menangani kasus pembakaran bendera dan fitnah komunis, bahkaan secara resmi juga mengadukan aksi tersebut.”Gerakan nasional ini agar Polres diseluruh Indonesia bergerak cepat mengusut kasus ini. Karena bukti sudah jelas, termasuk mengusut siapa dalangnya, mengapa ada bendera PKI disana, karena sampai ada bendera PKI disana berarti mereka membawa dan mereka PKI. Kita tidak pernah sampai menggunakan lambang PKI. Kami di PDIP dididik untuk taat hukum, kita harus berjalan sesuai dengan hukum,”ungkapnya.

Kariyasa Adnyana mengungkapkan, dalam aksi pembakaran bendera dan tudingan komunis terhadap PDI Perjuangan diduga ada sebuah agenda untuk menjatuhkan pemerintah termasuk upaya mengagalkan rancangan undang-undang yang telah dirumuskan.”Apa hubungannya dengan RUU Ideologi Pancasila sampai ingin menjatuhkan Jokowi, sampai membakar bendera PDIP dan mengatakan kami partai komunis. Padahal selama ini Ideologi sudah sangat jelas yaitu Pancasila. Sehingga ini ada misi khusus dimasa pandemi ini yang seharusnya kami meringankan beban masyarakat namun sampai ada hal seperti ini. Kami yakin mereka ingin mengganggu Pancasila dan NKRI,”pungkasnya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto menyatakan telah menerima pengaduan dari PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng untuk selanjutnya akan dilakukan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”Pengaduannya kita tetap terima dan proses, kita kumpulkan saksi dan bukti lainnya selanjutnya kita koordinasi dengan polda terkait,”ucapnya.

Dalam aksi yang dilakukan pengurus dan kader PDI Perjuangan Buleleng dilakukan tanpa orasi dan sesuai dengan Protap Kesehatan Covid 19 hanya beberapa pengurus yang mendatangi Mapolres Buleleng termasuk menunggu di depan Pura Agung Jagatnatha serta membentangkan spanduk Usut tuntas para pelaku dan dalang pembakaran bendera PDI Perjuangan.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.