Home Buleleng Round Up Ngaben Sudaji Berbuntut, Kapolres Buleleng Dilaporkan

Ngaben Sudaji Berbuntut, Kapolres Buleleng Dilaporkan

242
0
SHARE

Kampung Kajanan, Kasus ngaben sudaji berbuntut, kuasa hukum dari Berdikari Law Office yang mengawal kasus tersebut melaporkan Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa atas dugaan Mal Praktik Kasus Ngaben Sudaji ke Komnas HAM, Kompolnas dan Kapolri.

Tim Hukum dari Berdikari Law Office akhirnya melakukan jalur hokum dengan melaporkan Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa ke Komnas HAM, Kompolnas, dan Kapolri atas dugaan mal praktik penegakan hukum dalam penanganan kasus ngaben Sudaji di tengah pandemi covid-19 yang dilayangkan Jumat 10 Juli 2020.

Surat yang diajukan ke Komnas HAM, Kompolnas, dan Kapolri berkaotaan dengan penanganan kasus ngaben sudaji tersebut ditandatangani seluruh Tim hukum Berdikari Law Office, diantaranya Gede Pasek Suardika yang juga mantan DPD RI dan DPR RI, Nyoman Agung Sariawan, Made Arnawa, Made Kariada dan Gede Suryadilaga.

Salah satu kuasa hukum Gede Suryadilaga dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya secara resmi telah melayangkan pengaduan Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa dan penyidik Sat Reskrim Polres Buleleng ke Komnas HAM, Kompolnas, dan Kapolri sebagai bentuk upaya untuk mendapatkan keadilan dan  kepastian hukum, apalagi berkas perkara tersebut telah dua kali diserahkan Kejaksaan kepada polisi. ”Itu jelas, karena kasus ngaben ini, 1-2 kali dikembalikan oleh kejaksaan, dan kita dari perangkat hukum sudah melakukan upaya dalam hal ini bersurat ke Polres Buleleng sudah 2 kali namun sampai saat ini belum ditanggapi oleh Kapolres Buleleng. Atas dasar itulah jadi kami perangkat hukum tersangka ngaben melakukan upaya hukum, melaporkan Kapolres Buleleng ke Komponas, ke Kapolri”ungkapnya,

Suryadilaga menambahkan, laporan yang dilakukan tersebut sebagai langkah secara hukum dalam upaya menerapkan azas keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan Hukum dalam melakukan penegakan hukum di wilayah kerjanya serta patut diduga melaksanakan tugas secara tidak professional dalam penanganan kasus ngaben Sudaji atas nama tersangka Gede Suardana, warga Desa Sudaji.”Ya untuk itukan, kitakan selaku perangkat hukum, melakukan upaya hukum artinya kita melaporkan ke Kapolri ini agar Kapolri dapat menggetok Kapolresnya untuk menghentikan atau bagaimana lah atau menghukum atau mencopot Pak Kapolres itu tujuan kami,”jelasnya.

Dikonfirmasi berkaitan dengan proses kasus ngaben di Desa Sudaji belum diperoleh keterangan secara resmi dari kepolisian, bahkan sejumlah pejabat terkait di Jajaran Polres Buleleng enggan memberikan keterangan berkaitan dengan proses yang telah dilakukan, bahkan disebutkan polisi belum menerima pengembalian berkas dari kejaksaan berkaitan dengan kasus ngaben itu.

Sebelumnya, pada Senin 29 Juni 2020 Kajari Buleleng Putu Astawa kepada reporter radio Guntur di ruang kerjanya mengatakan bahwa berkas ngaben sudaji telah dikembalikan kepada penyidik Polres buleleng. Hal ini mengacu pada hasil gelar perkara yang dilakukan di Kejaksaan tinggi bali masih banyak persyaratan yang belum dipenuhi penyidik.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.