Home Buleleng Round Up Manipulasi Data Di Facebook, Polisi Amankan Seorang Wanita

Manipulasi Data Di Facebook, Polisi Amankan Seorang Wanita

21
0
SHARE

Kampung Kajanan, Melakukan manipulasi data dengan mengunakan photo pihak kedua, seorang wanita yang tinggal di Singaraja diamankan Sat Reskrim Polres Buleleng lantaran akun yang dibuat dengan data palsu itu digunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Seorang wanita berinisial KELD (28) terpaksa dibekuk jajaran Sat Reskrim Polres Buleleng, karena memanipulasi data autentik atau akun palsu melalui media elektronik melalui Facebook dengan nama akun Risnha. Korbannya seorang ibu muda bernama Luh Eka Apriliani (25) warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Modusnya, pelaku KELD memakai foto korban Luh Eka pada akun palsu facebook tersebut untuk melakukan aksi penipuan. Sebenarnya antara pelaku dan korban memang saling kenal sejak tahun 2012 lalu.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Mikael Hutabarat, Senin siang mengatakan, modus operandi yang dilakukan pelaku dengan sengaja memanipulasi data elektronik dengan tujuan data tersebut seolah benar sehingga dari penyidikan dan bukti, peristiwa tersebut merupakan perbuatan pidana yang termasuk manipulasi data atau akun palsu melalui facebook.

Kasat Reskrim Mikael Hutabarat mengatakan, polisi telah mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone yang masing-masing berisi akun facebook Risnha. Bahkan selama melancarkan aksinya itu, pelaku sengaja menggunakan foto korban Luh Eka pada akun palsu facebook tersebut, agar bisa menarik perhatian pria-pria lain untuk dipacari.

Pelaku berinisial KELD mengakui perbuatan yang dilakukan itu untuk keperluan sendiri sehingga dengan memanfaatkan photo korban yang dijadikan akun di facebook memudahkan dirinya untuk mendapatkan sasaran.

Korban Luh Eka Apriliani mengatakan, terpaksa melaporkan ulah yang dilakukan pelaku itu ke polisi, sebab dirinya diminta untuk mengembalikan uang yang sebelumnya diminta oleh pelaku meski diakui kenal dengan pelaku sejak tahun 2012 lalu. “Awalnya diketahui pada saat korban yang ditipu mencari saya untuk menagih uang yang pernah diminta pelaku. Korbannya itu mencari saya kesalon karena diapikir itu akun saya, itu pelanggan saya dulu,”ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku KELD terancam dijerat dengan pasal 35 Undang Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara dan atau denda paling banyak 12 miliar rupiah.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.