Home Buleleng Round Up Korban Trauma, Polisi Perdalam Dugaan Pencabulan

Korban Trauma, Polisi Perdalam Dugaan Pencabulan

55
0
SHARE

Kampung Kajanan, Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Buleleng masih melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pencabulan dengan korban seorang anak berusia lima tahun, terlebih lagi korban disebutkan polisi masih mengalami trauma.

Dugaan kasus pencabulan yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Seririt dengan korban seorang anak perempuan berusia lima tahun hingga Senin 29 Juni 2020 masih terus dilakukan pendalaman oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng, sebab korban masih dalam kondisi trauma berkaitan dengan musibah yang dialami.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengungkapkan, polisi tetap melakukan proses penyelidikan dan penyidikan, namun masih ada kendala dimana korban belum bisa didengarkan keterangannya lantaran mengalami ketakutan atau trauma.”Kendala kita, korban belum bisa kita ambil keterangan karena masih dibawah umur. Penyidik bilang setiap ditanya masih menangis. Sementara baru dua saksi, proses ini terus berjalan,”terangnya.

Kasat Reskrim Vicky Tri Haryanto didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, pelaku dengan inisial IGB SP berusia 60 tahun belum dilakukan penahanan namun untuk sementara masih ditetapkan sebagai saksi terlapor.”Masih kita ambil keterangan sebagai saksi. Kita akan sinkronkan dulu dengan keterangan korbannya, sementara ini masih asas praduga tak bersalah,”paparnya.

Berdasarkan laporan orang tua korban ke Mapolres Buleleng menyebutkan, pelaku yang merupakan pensiunan PNS di Buleleng melakukan perbuatan cabul  sebulan lalu, dimana saat itu, korban sedang menonton TV dan datang pelaku serta membujuk rayu korban dengan menawarkan sejumlah makanan dan uang, namun pelaku yang merupakan kakek angkat orang tua korban malah berbuat tidak bermoral dengan melakukan pencabulan terhadap korban.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.