Home Buleleng Round Up Kasus Pembalakan Sanggalangit Dibackup Polres Buleleng

Kasus Pembalakan Sanggalangit Dibackup Polres Buleleng

85
0
SHARE

Kampung Kajanan, Kasus pembalakan hutan yang terjadi di Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak yang dilakukan Polsek Gerokgak mulai dibackup Sat Reskrim Polres Buleleng, bahkan Tim Gabungan mulai bekerja untuk mengungkap aksi penebangan pohon sonokeling tersebut.

Kasus pembalakan hutan di Desa Sangalangit Kecamatan Gerokgak mulai serius dilakukan penanganan secara terpadu, bahkan Polsek Gerokgak sejak senin pagi diperkuat Sat Reskrim Polres Buleleng untuk mengungkap misteri pembalakan di hutan sangalangit tersebut.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, proses penyelidikan dan penyidikan akan terus dilakukan sesuai dengan prosedur atau tahapan hukum yang berlaku termasuk back up penanganan yang dilakukan Polres Buleleng ke Polsek Gerokgak setelah kasus tersebut mencuat di media massa. “Ini kan kasusnya lama, jadi apa yang dilakukan polsek gerokgak itu sudah tepat dan benar. Tetap sinergitas antara polsek dan polres dilakukan,”terangnya.

Kasubag Humas Sumarjaya mengakui masih ditemukan hambatan belum ditemukan saksi secara fakta yang mampu mengarah pada pelaku yang melakukan aksi pembalakan secara liar dihutan tersebut, sehingga diperlukan pengembangan secara intensif. “Pada prinsipnya pada prosdes penyelidikan, pihak penyelidik mengedepankan saksi yang bisa memberikan keterangan yang mengarah kepada suatu perbuatan pidana yang ada, jadi hambatannya adalah belum ada saksi fakta lain yang mengarah kepada orang yang diduga melakukan tindak pidana tersebut,”ujarnya.

Sebagai langkah awal dalam penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Tim Gabungan Polsek Gerokgak bersama Sat Reskrim Polres Buleleng telah mengamakan barang bukti berupa 19 gelondong batang kayu sonokeling, tiga sepeda motor yang ditemukan di TKP termasuk melakukan pemeriksaan terhadap warga Desa Sanggalangit yang ditemukan saat pengrebegan yang dilakukan masyarakat.

Berdasarkan informasi menyebutkan, pada 25 Nopember 2019 malam, masyarakat melakukan penggerebegan ke dalam hutan ketika mendengar suara gergaji mesin yang diduga digunakan sejumlah pelaku pembalakan, namun sesampai dilokasi hanya menemukan warga setempat berinisial K bersama barang bukti berupa kayu sonokeling yang telah ditebang, tiga sepeda motor dan senso alat pemotong kayu yang selanjutnya diamankan sebagai barang bukti.

Dalam penanganan kasus ini, tujuh orang telah didengar keterangannya termasuk orang yang mengaku bertanggungjawab, namun keterangan saksi belum berkesesuaian, bahkan identifikasi yang dilakukan melalui sepeda motor diketahui pemiliknya berasal dari Jembrana.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.