Home Buleleng Round Up Jurnal Porprop Bali ke-14: Dikalahkan Pesilat Denpasar, Atlet Pencak Silat Buleleng Sapta...

Jurnal Porprop Bali ke-14: Dikalahkan Pesilat Denpasar, Atlet Pencak Silat Buleleng Sapta Harus Puas Raih Perak

45
0
SHARE
Foto: Sapta Wiyasa (Baju warna abu-abu) usai bertanding pada final melawan Denpasar

Tabanan, Pertandingan terakhir pada cabang pencak silat, pesilat Buleleng Sapta Wiyasa dikalahkan pesilat Denpasar  Gd. F. Agus Erlangga pada kelas 65-70 kg. Atas kekalahan itu Sapta harus puas meraih medali perak.

###

Dalam cabang olahraga catur cepat Buleleng meraih 6 Medali perak dan 1 medali perunggu.

Cabang Xianqi atau catur gajah yang memainkan pertandingan hingga Rabu (18/09) di SMAN 1 Tabanan telah menyelesaikan permainan. Buleleng sukses merebut 6 perak dan 1 perunggu. Keenam perak diraih pada nomor Mix cepat atas nama Nyoman Subana, Putu Wardana Reditya, Gusti Ayu Komang Intan Yuliani, Kadek Ayu Diah Lestari. Pada nomor mix standar atas nama Nyoman Subana, Putu Wardana Reditya, Ketut Lia Ruwiyani, Kadek Ayu Diah Lestari. Nomor perorangan putra standar atas nama Made Trisna Sastradi. Nomor perorangan putri standar atas nama Gusti Ayu Komang Intan Yuliani. Beregu putra standar atas nama Made Trisna Sastradi,Egar Sidi Tuhujati. Beregu putri standar atas nama Komang Ayu Vidia Meriani,Gusti Ayu Komang Intan Yuliani,Putu Novianti, Ketut Arywahyuni.

Satu- satunya perunggu diraih pada nomor beregu putri cepat yang diperkuat Komang Ayu Vidia Meriani,Ketut Lia Ruwiyani,Putu Novianti,Ketut Arywahyuni

###

Pada cabang tenis lapangan, Rabu (18/09) terjadi all Buleleng final antara Kadek Satria Winaya yang akrab disapa Bombom melawan Komang Suma Indrawan. Walau bernuansa derby namun kedua petenis andalan Buleleng tetap tampil ngotot hingga berkesudahan dengan skor 6-4,  3-0  untuk Indrawan.  Dengan demikian pada cabang tenis lapangan Buleleng tampil sebagai juara umum melalui raihan 4 medali emas, 2 perak dan 3 medali perunggu. Hasil ini menurun 1 emas jika dibandingkan dengan hasil Porprop di Gianyar dua tahun lalu.

Usai bertanding Suma Indrawan mengaku bangga masih bisa membela Buleleng dan meraih emas untuk nomor tunggal dan beregu putra. Serangkan pada nomor ganda campuran meraih medali perunggu.  Putra petenis Buleleng Nyoman Sumarta  yang akrab disapa Konok mengaku akan memanfaatkan uang bomus untuk membiayai  kuliah S2 di Undiksha. “Senang bisa memenangkan pertandingan ini. Ada rasa kagok karena 4 tahun lalu lawan kalah melawan saya dalam porprop di Buleleng, namun saya bangga dia (lawan) bisa membalas dan menang,”jelasnya.

Ditempat yang sama Ketua Umum Koni Buleleng Nyoman Arta Widnyana mengatakan hingga kini Buleleng masih mendominasi tenis di Bali. Namun demikian Arta yang juga Dirut Yeh Buleleng ini mengingatkan untuk tidak lengah pada masa mendatang. Regenerasi petenis harus terus dilakukan melalui pencarian bibit dan pembinaan berkelanjutan. “Secara olahraga tenis merupakan permainan andalan buleleng. Sampai saat ini memang buleleng masih menjadi juara umum. Salah satu nomor yang luput adalah pada tunggal putri. ini karena bebas batasan umum sehngga banyak pemain senior yang turun dan menguras pemain muda kita sehingga mereka kelelahan,” ungkap Artha Widnyana.(tim/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.