Home Buleleng Round Up Dua Siswa SMANSA Temukan Alat Deteksi Dini Rabies, Wakili Indonesia ke Thailand

Dua Siswa SMANSA Temukan Alat Deteksi Dini Rabies, Wakili Indonesia ke Thailand

124
0
SHARE

Banjar Jawa, Dua orang siswa SMA Negeri 1 Singaraja (SMANSA) mewakili Indonesia ke Thailand pada 21-28 Juli mendatang di ajang The 4th ASEAN Student Science Project Competition selama tujuh hari berkat penemuan alat deteksi dini rabies pada anjing.

Meski telah menuntaskan proses sebagai siswa di SMANSA, Gde Parama Artha Dharma bersama Made Sabda Dharma Primadika terpilih sebagai wakil Indonesia ke ajang The 4th ASEAN Student Science Project Competition yang akan berlangsung di Thailand setelah menyabet juara III Tingkat Nasional yang digelar LIPI, 22 Oktober 2017 lalu.

Tim Karya Ilmiah Remaja yang dilakukan dua siswa SMANSA itu berhasil menemukan alat pendeteksi dini rabies pada anjing. Keduanya sukses menyisihkan 16 tim dari berbagai sekolah SMA di seluruh Indonesia pada kategori Lomba Ilmu Pengetahuan Hayati.

Gde Parama Artha Dharma bersama Made Sabda Dharma Primadika disela-sela kegiatan Pelepasan Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Singaraja tahun 2018 di SMANSA mengungkapkan, penemuan alat deteksi rabies itu didasari atas kekhawatiran merebaknya virus rabies pada anjing.

180416-tha-f-rabies-parama-alat

Parama Artha Dharma mengatakan, penelitian dilakukan dengan menguji sampel air liur pada anjing yang menggigit dengan menggunakan alat pendeteksi dengan menggabungkan prinsip kerja ilmu Fisika dan Biologi. Jika air liur terdeteksi rabies, maka besar arus hambatan listrik berupa elektrolit akan meningkat.

Kepala SMA Negeri 1 Singaraja Putu Eka Wilantara mengakui kedua siswa itu telah dilepas dari sekolah, namun demikian keduanya tetap berlaga mewakili SMANSA di ajang internasional karena telah mengikuti proses sejak awal dan bertahap.

Kepala SMA Negeri 1 Singaraja Eka Wilantara mengakui dalam pelaksanaan kegiatan di Thailand tetap melakukan pendampingan bersama LIPI dengan memberikan penguatan materi maupun presentasi. “Sewaktu ditingkat nasional anak-anak kami sudah dibimbing oleh pembimbing dari LIPI, pembimbing dari sekolah juga beberapa dosen. Menjelang keberangkatan ke thailand kita tetap mendampingi selain pendampingan dari pihak LIPI untuk penguatan materi dan kemampuan presentasi menggunakan bahasa asing “,ungkapnya.

Sementara, dari hasil peneltian yang mengantarkan kedua siswa itu ke Thailand berjudul “Biosensor yang Berbasiskan Antibodi dan Antigen yang Menggunakan Darah Anjing Kintamani Bali Sebagai Pendeteksi Virus Rabies”. Karya ilmiah itupun akan dipresentasikan dalam kegiatan yang direncanakan berlangsung 21 hingga 28 Juli 2018 mendatang.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.