Home Buleleng Round Up Celukanbawanggate Tinggal Selangkah Lagi

Celukanbawanggate Tinggal Selangkah Lagi

52
0
SHARE

Kaliuntu, Celukanbawanggate yang merupakan kasus tukarguling bekas kantor desa Celukanbawang dengan PT General Energy Bali, GEB tinggal selangkah lagi.

Lama mandeg, kasus tukar guling kantor desa Celukanbawang dnegan PT GEB kembali mencuat. Peernyataan resmi kejasaan negeri Singaraja disampaikan langsung kajari Wahyudi Jumat (19/07) di kantor Kejari Buleleng. Dipaparkan selama ini kasus itu tetap berproses, hanya saja dibutuhkan ketelitian sehingga tersangka tidak bebas saat persidangan. Saat ini  penyidik tengah melakukan pemberkasan. Setelah itu masuk akan dilakukan pemanggilan tersangka pada tahap kedua untuk dilimpahkan ke Pengadilan negeri Singaraja guna menjalani persidangan. “Tinggal tunggu saja. Proses tetap berjalan. Saya ingin dalam penanganan perkara ini semua tidak ada yang bebas. Kalau pihak JPU sudah menyatakan lengkap berarti masuk ke tahap dua. kita kirim ke persidangan,”jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya setelah mendengarkan keterangan dari sebelas orang saksi, tim penyidik kejaksaan Negeri Singaraja menetapkan tersangka Mohamad Ashari  dalam kasus tukar guling kantor desa Celukan Bawang dengan PT General Enery Bali, GEB di Celukanbawang. Proses penyitaan sejumlah barang bukti juga telah dilakukan oleh tim kejasaan negeri Singaraja. Penyidikan kasus ini cukup lama sejak tahun 2014 hingga pergantian kejari  mengingat dibuthkan ketelitian dan pemenuhan unsur tindak pidana korupsi.

Hasil perhitungan kerugian dari perbuatan tersangka Ashari diperkirakan mencapai hampir 300 juta rupiah dari nilai tukar guling sebesar 1,2 miliar rupiah dari PT GEB, Dana sebesar itu tidak dimasukkan dalam APBD Desa Celukanbawang akan tetapi masuk ke rekening pribadi Azhari Selain itu pembangunan kantor desa Celukanbawang sebesar 1 Miliar rupiah tidak melalui prosedur tender melainkan melalui penunjukan. Kini Azhari kembali mengikuti proses pilkel tanggal 30 Oktober mendatang.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.