Home Buleleng Round Up Cegah Prilaku Negatif Wisatawan, Dispar Himbau Pokdarwis Untuk Lakukan Pengawasan

Cegah Prilaku Negatif Wisatawan, Dispar Himbau Pokdarwis Untuk Lakukan Pengawasan

36
0
SHARE

Singaraja, Guna mencegah terjadinya prilaku negatif dari wisatawan yang berkunjung, Dinas Pariwisata Buleleng menghimbau agar pokdarwis di masing-masing desa melakukan pendampingan terhadap wisatawan yang berwisata ke area pura.

Maraknya prilaku menyimpang yang dilakukan oleh wisatawan kerap membuat masyarakat geram. Seperti yang pernah terjadi belakanga ini, wisatawan asing yang datang ke Bali dan berkunjung ke objek wisata spiritual seperti pura melakukan hal-hal yang tidak terpuji yang membuat warganet geram. Untuk mencegah hal itu terjadi di Buleleng, Dinas Pariwisata Buleleng menghimbau kepada aparat desa dan juga pokdarwis untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap wisatawan yang berkunjung ke pura.

Dikonfirmasi via telepon, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna menegaskan pentingnya upaya pengawasan dan pendampingan yang dilakukan oleh aparat desa dan juga pokdarwis yang ada. Sehingga prilaku-prilaku menyimpang yang mungkin terjadi dapat dicegah dan tidak mengotori tempat suci yang menjadi objek wisata. “Perlu juga diinformasikan kepada tamu agar mereka tidak melakukan kegiatan diluar dugaan kita. Seperti masuk kepelinggih, naik, dan sebagainya. Oleh karena itu kita telah mengirimkan surat kepada camat dan perbekel untuk menginventarisasi dari atraksi pariwisata spiritual dan juga supaya masing-masing desa adat memiliki awig-awig atau larangan serta tata kelola yang baik,”ungkapnya.

Sutrisna menambahkan, selain diarahkan untuk menggunakan pakaian yang sopan saat memasuki areal pura, sebaiknya para wisatawan juga didampingi oleh satu orang pemandu yang ada di kawasan pura sembari menjelaskan beberapa aspek dari objek wisata yang dikunjungi.

Wisata spiritual di Kabupaten Buleleng seperti Pura Beji Sangsit dan Pura Maduwe Karang di Kubutambahan menjadi primadona wisatawan tatkala mencari objek wisata spiritual. Disamping melihat ukiran-ukiran khasnya, para wisatawan juga ingin mengetahui history atau sejarah dibalik pembangunan pura tersebut.

Dikonvirmasi terpisah via telepon, Kamis (17/10) siang, Kepala Desa Sangsit Putu Arya Suyasa menjelaskan, aparat desa bersama-sama dengan petugas jaga di Pura Beji Desa Sangsit telah melakukan controlling terhadap setiap wisatawan yang memasuki area pura. Himbauan secara lisan juga sudah dilakukn untuk menekankan kepada wisatawan hal-hal yang tidak boleh dilakukan diareal pura. Kedepan, pihak desa juga akan memasang papan himbauan di pelataran pura agar dapat dilihat dan dibaca dengan jelas oleh wisatawan yang berkunjung.(dyn/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.