Home Buleleng Round Up Buleleng Miliki 24 Titik Pelayanan Vaksinasi

Buleleng Miliki 24 Titik Pelayanan Vaksinasi

72
0
SHARE

Banjar Tegal, Kabupaten Buleleng telah memiliki 24 titik untuk pelayanan vaksinasi kepada nakes dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Buleleng menambah titik pelayanan vaksinasi menjadi 24 titik yaitu RSUD Buleleng, Rumah Sakit Tangguwisia, Rumah Sakit Giri Emas, Rumah Sakit Tingkat IV TNI-AD Singaraja, dan 20 Puskesmas di Kabupaten Buleleng. Sementara itu jumlah vaksin yang akan diterima Buleleng juga bertambah dari 3.590 menjadi 3.676 vial.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa sangat mengapresiasi jika rumah sakit swasta bisa terlibat dalam pelayanan vaksinasi. Rumah sakit diperbolehkan melakukan pelayanan vaksinasi jika persyaratan seperti sarana dan SDM sudah memenuhi standar. “Sampai nanti Bulan Pebruari mereka (rumah sakit swasta) masih menyiapkan diri untuk vaksinasi tahap dua yang sasarannya bukan nakes lagi tapi kepada pelayanan publik dan sebagainya. Penambahan titik ini supaya lebih mudah. 24 titik itu sudah melakukan simulasi, jika ada rumah sakit swasta yang mengajukan dan sudah disetujui serta diverifikasi dinkes maka selanjutnya mereka melakukan simulasi,”terangnya.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa menambahkan titikĀ  pelayanan vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah terpenuhi, namun titik pelayanan vaksinasi harus terus ditambah untuk kecepatan pelayanan. “Untuk nakes sudah cukup, kita sudah tambah dua titik lagi. Ketika tahap vaksinasi ke masyarakat kan jumlahnya banyak, termasuk pejabat pemerintah yang akan diikutkan dalam tahap 1 termin dua,”jelasnya.

Sesuai dengan surat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), tahapan pemberian vaksin di bagi menjadi 4, yaitu tahap pertama dan dua dilakukan pada bulan Januari hingga April 2021, tahap ketiga dan keempat dilakukan pada bulan April 2021 hingga Maret 2022. Sasaran pemberian vaksin juga dibagi menjadi 4, yaitu tahap pertama menyasar tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di Pelayanan Kesehatan, tahap kedua menyasar petugas pelayanan publik termasuk TNI/POLRI, dan aparat hukum. Sementara tahap ketiga menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Terakhir pada tahap keempat menyasar masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dilihat dari kluster yang ada dan ketersediaan vaksin.(ags/dpa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.