Home Buleleng Round Up Berbekal Program Satu Meter, SMA Negeri 3 Singaraja Dinilai Tim Propinsi

Berbekal Program Satu Meter, SMA Negeri 3 Singaraja Dinilai Tim Propinsi

38
0
SHARE
Berita Buleleng Terbaru, Berita Buleleng Hari Ini

Berbekal program Satu Meter, SMA Negeri 3 Singaraja Selasa (12/09/2017) siang dinilai tim propinsi pada lomba sekolah sehat Tingkat Propinsi.

Penarukan, Tim penilai disambut nyanyain sekolah sehat oleh siswa-siswi setempat di aula SMA Negeri 3 Singaraja Berbagai kelompok  ditampilkan pada lomba sekolah sehat di SMA Negeri 3 Singaraja. Siswa mengelompokkan diri dalam beberapa kelompok untuk memberikan apresiasi kepada tim penilai lomba sekolah sehat. Kelompok lainnya menyanyikan sekigus meneriakkan yel-yel sekolah sehat.

Sementara pada ruang UKS beberapa siswa berpakain ala perawat tengah merawat temannya yang mengalami sakit.

Berita Buleleng Terbaru, Berita Buleleng Hari IniKepala SMA Negeri 3 Singaraja Made Sri Astiti mengakui jika penunjukan SMA Negeri 3 Singaraja sebagai duta Buleleng terkesan mendadak. Pun demikian pihaknya ingin memperoleh banyak masukan atas program yang telah dirintisnya selama ini berupa program satu meter. Dipaparkan sejak menjabat sebagai kasek pada sekolah yang berlokasi di Kelurahan Penarukan tersebut pihaknya telah menerapkan satu meter yang artinya siapapun warga sekolah yang menemukan sampah dalam radius satu meter wajib membersihkannya. Program itu kini telah berjalan hamper dua setengah tahun. Penanaman disiplin juga menjadi kunci sukses program satu meetr di sekolah yang dilintasi sungai Penarukan. “Itu saya melakukan gerakan satu meter itu sudah dari 2,5 tahun ketika saya pertama di sini,” ujar Made Sri Astiti.

Ditempat yang sama Pengurus Komite SMA Negeri 3 Singaraja Ketut Minten mengatakan dukungan smeua pihak sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sekolah sehat. “Sangat mendukung dan sangat bangga karena SMA Negeri 3 ini bisa mewakili Buleleng untuk lomba sekolah sehat tingkat Provinsi,” jelas Ketut Minten.

Sementara itu Ketua tim penilia Wayan Yudha menjelaskan criteria penilaian dalam lomba sekolah sehat tingkat propinsi Bali. “Satu pendidikan kesehatan, dua pelayanan kesehatan, dan tiga pelestarian lingkungan ini. Itu menjadi sasaran bagi kita,” ungkap Wayan Yudha.

Wayan Yudha yang keseharian sebagai penyuluh agama hindu Propinsi Bali ini menambahkan lomba sekolah sehat juga bertujuan untuk menilai sejauhmana keimanan warga sekolah setempat. Hal ini penting menuju generasi yang berkarakter. (wir/ea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.