Home Buleleng Round Up Perang Pelagan Gintungan, Kisah Heroik Perjuangan Mayor Metra

Perang Pelagan Gintungan, Kisah Heroik Perjuangan Mayor Metra

77
0
SHARE

Selat, Pelagan Gintungan di Desa Selat, Kecamatan Sukasada menjadi bukti sejarah tentang kisah heroik perjuangan Mayor I Nengah Metra bersama kawan-kawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pada 5 Mei 1946 di Desa Selat, Kecamatan Sukasada terjadi peristiwa perang yang disebut Perang Pelagan Gintungan. Dahulu pelagan gintungan ini merupakan markas para pejuang wilayah Buleleng Barat yang disebut markas Ayodya Pura.

Markas ini menjadi tempat berkumpulnya para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari NICA yang hendak merebutnya kembali.

Diceritakan Veteran I Wayan Suwanda, awal terjadinya pertempuran akibat ditangkapnya orang suruhan para pemuda pejuang yang ditugaskan untuk mencari perbekalan ke daerah luar gintungan oleh NICA dan dipaksa untuk menunjukkan markas para pejuang bersembunyi. “Rupanya dia itu kepergok patroli, dan maklum orang desa dahulu tidak bisa berkutik, dan terpaksa dia ngaku bahwa itu untuk pemuda,”ujarnya.

Lanjut Suwanda yang juga menjabat sebagai ketua LVRI Buleleng menceritakan, dalam pertempuran tersebut Mayor Metra gugur bersama beberapa pejuang lainnya diantaranya I Ketut Nada, I Nengah Sada, Wayan Dista, I Made Kertadana, I Putu Sedana. “Yang meninggal sebanyak 5 orang yaitu I Ketut Nada, I Nengah Sada, Wayan Dista, I Made Kertadana, I Putu Sedana itulah yang gugur dalam satu sergapan daripada NICA,”ungkapnya.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang kini dilokasi tertembaknya ditandai dengan sebuah batu nisan dan sebuah monumen perjuangan yang diberinama Markas Ayodia Pura.(eta/dpa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.