Home Buleleng Round Up BNNK Tekankan Pentingnya P4GN di Lingkup Pendidikan

BNNK Tekankan Pentingnya P4GN di Lingkup Pendidikan

47
0
SHARE

Singaraja, Pencegahan penyalahgunaan narkoba harusnya ditanggulangi sejak dini, oleh karena itu dunia pendidikan menjadi salah satu upaya dalam mengarahkan anak-anak untuk menjauhi narkoba.

Sudah seharusnya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menjadi tanggung jawab bersama semua lini masyarakat. BNNK sebagai lembaga yang berwenang dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika. Dunia pendidikan menurut BNNK menjadi upaya awal untuk bisa mencegah remaja dari penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, BNNK Buleleng melalui program pemberdayaan masyarakat memberikan pemahaman kembali terhadap perwakilan Kepala SMP, SMA/SMK di Buleleng dalam menyusun program sekolah berkaitan dengan P4GN Kamis 01 April 2021. Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Made Astika S.Pd., MM, Ketua MKKS SMA/SMK Kabupaten Buleleng Drs. I Nyoman Darta M.Pd, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti Dr. I Nyoman Gede Remaja, SH., MH.

Disela-sela kegiatan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Made Astika menyampaikan kegiatan yang berkaitan dengan P4GN disekolah sudah ada sejak lama, melalui Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN). Namun hal itu dirasa kurang untuk mengedukasi siswa, sehingga akan dicari suatu terobosan untuk lebih mensosialisasikan bahaya narkoba untuk lingkup yang lebih luas. “Tapi optimalisasinya dalam hal ini kita akan breakdown lagi stuktur kurikulum yang kira kira masuk dalam penjas maupun bimbingan konseling, kalau untuk materi sudah kita dukung dari buku,”ujarnya.

Sementara Kepala BNNK Buleleng I Gede Astawa SH.,MH menjelaskan potensi penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja yang tidak memiliki pekerjaan¬† meningkat selama pandemi covid sebanyak tiga persen. Hal ini yang terus diantisipasi sehingga sekolah juga perlu membuat regulasi dan mengoptimalkan kader-kader anti narkoba. “Bagaimana caranya menanggulangi, setidaknya pertama membuat regulasi tata terbit ketentuan yang mengarah pada menanggulangi narkoba, membuat relawan juga yang bisa mensosialisasikan bahaya narkoba kepada anak didiknya, deteksi dini juga dengan melakukan tes urine,”ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan, bahwa BNNK terus melakukan sosialisasi dan MoU berkaitan dengan P4GN baik dengan instansi pemerintahan dan desa adat. Ketika terjadi penyalahgunaan narkoba di lingkup sekolah maka BNNK akan berkoordinasi untuk merehabilitasi pecandu.(ags/dpa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.