Home Buleleng Round Up Warga Sanggalangit Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembalakan Hutan

Warga Sanggalangit Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembalakan Hutan

123
0
SHARE

Sanggalangit, Warga desa Sanggalangit mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembalakan liar di desa sanggalangit Kecamatan Gerokgak.

Demikianlah suasana saat kami dari tim radio Guntur mencoba melihat secara langsung hutan yang dibabat oleh oknum tak bertanggungjawab. Sejumlah warga RT VI  dusun Wanasari mengantar kami hingga ke lokasi. Lokasi hutan Wanasari berjarak sekitar 4 kilometer dari jalan raya. Kami dibonceng oleh warga setempat menuju lokasi. Kami harus melewati dua sungai yang sudah kering kerontang. Jalan kaki sepanjang hampir satu setengah kilometer kami lakukan menuju lokasi hingga kmi menemukan hamparan ilalang dan tanaman hijau yang tumbuh di areal hutan Wanasari. Beberapa diantara areal hutan ini disewa oleh penduduk setempat. Namun ada bagian yang masih merupakan hutan lindung.

Disinilah para pembalak liar melancarkan aksinya. Kayu sonokeling dibabat hingga gundul. Sesungguhnya masyarakat setempat mulai curiga akan ulah oknum masyarakat yang juga warga setempat. Namun karena ancaman demi ancaman sering didengar oleh warga setempat maka merekapun keder dan memilih bungkam. Seperti disampaikan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, LPM desa Sanggalangit Made Bagiarsa. “Sebelum penggerebegan ada, katanya katanya siapa yang berani menangkap. Mau wujud kekecewaan kita setelah kita bawa masalah ini kita bawa kepolisi kenapa ini tidak bisa ditindalanjuti, padahal barang bukti sudah cukup. Masalahnya kita tidak lihat menebang saja,”terangnya.

Anggota Lembaga Pemberdayaan Masyaraka, LPM desa Sanggalangit Made Bagiarsa menambahkan kemarahan warga memuncak manakala suatu sore mereka mendengarkan suara senso di dalam hutan. Bersama babin kamtibmas, babinsa dan warga desa mereka membawa senjata ala kadarnya. Gerakan itu dilakukan sekitar pukul 19.00 wita  pada tanggal 25 Nopember 2010 lalu. “Setelah sampai dilokasi kita menemukan bb berupa 3 unit sepeda motor, satu unit senzo, jerigen minyak dan mendapati seorang warga yang mengakui bahwa akan bertanggung jawab terhadap segala penebangan tersebut. Kita sempat ingin melaukan jalan damai dengan membuat surat pernyataan, tapi sampai saat ini tidak ada inisiatif,”ujarnya.

Barang bukti berupa 19 gelondong batang kayu sonokeling, tiga sepeda motor yang ditemukan di TKP dibawa ke Polsek Gerokgak, teermasuk oknum yang mengaku bertanggungjawab atas pembalakan liar tersebut, Namun sayang hingga kini kasus itu belum tuntas. “Semoga dengan adanya barang bukti dan orang yang mengakui kasus ini bisa selesai sesuai dengan hukum yang berlaku ,”imbuhnya.

Hal senada disampaikan anggota Linmas Sanggalangit Made Bagia. “Saya ketemu yang mengakui bertanggung jawab, setelah dipanggil polisi dia tidak mau mengaku, dan kepolisian juga tidak menahan pelaku,”pungkasnya.

Ketua RT VI dusun wanasari desa Sanggalangit Made Suartana mengatakui jika warganya resah mengingat hinga kini warga yang mengaku bertanggungjawab atas pembalakan liar itu masih berkeliaran di desa setempat. “Masyarakat sangat resah sekali sudah ada barang bukti kenapa tidak ditindaklanjuti. Kami kalau melakukan penebangan seperti itu jangan juga di tindaklanjuti juga karena ini kami yang menanam pohonnya,”tuturnya.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Hutan dan Air, disjngkat Formalitas  desa Sanggalangit  Gede Sunar Ardika mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga oknum yang membackingi mereka. “Sampai semua yang ada dibelakanganya termasuk penadahnya, sehingga apa yang diharapkan masyarakat yaitu kasus ini harus tuntas dapat diproses,”ungkapnya.

Berlarutnya pengungkapan kasus ini tampaknya mendapat perhatian dari LSM Gema Nusantara. Lalu bagaimana komentar Ketua LSM Gema Nusantara, Antonisu Sanjaya Kiabeni. berharap aparat berani jujur untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Jika kasus ini tidak diusut tuntas dikhawatirkan kessadaran masyarakat untuk memelihara dan menjaga hutan semakin redup bahkan apatis. Apalagi oknum yang mengaku bertanggungjawab melancarkan ancaman kepada masyarakat. “Bahkan ada ancaman-ancaman serius menggunakan senjata api yang mengakibatkan warga takut kehutan. Antusias warga perlu disambut oleh para penegak hukum untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang ,”ucapnya.

Lalu bagaimana tanggapan dari Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana?

Dikonfirmasi di Mapolsek Gerokag Kapolsek Widana didampingi Kanit Reskim Abdul Aziz  mengakui sedang menangani laporan masyarakat atas dugaan pembalakan hutan di dusun Wanasari desa Sanggalangit. Peristiwa 25 Nopember 2019 dilaporkan keesokan harinya. Dalam laporan dijelaskan bahwa masyarakat pada Pukul. 20.00 wita masyarakat yang melakukan penggerebegan tidak menemukan siapa-siapa dan hanya menemukan seorang warga setempat berinisial K. Hasil interogasi oknum ini mengaku memiliki lahan garapan di sekitar hutan.

Tujuh orang telah didengar keterangannya termasuk orang yang mengaku bertanggungjawab, namun keterangan saksi belum berkesesuaian. “Untuk sementara belum ada yang menyebutkan siapa yang memiliki kayu, sepeda motor, dan senzo itu. Karena saat itu kosong. Untuk itu kita lakukan konfrontasi jadi semua yang ada disana kita kumpulkan dan laukan pemeriksaan,”jelasnya.

Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana telah mengamankan barang bukti berupa sembilan belas batang kayu sonokling,  senso serta tiga buah sepeda motor.  “Dari sepeda motor itu kita identifikasi,  namun kendaraan sudah kadaluarsa pemiliknya dari jembrana. Satu motor rusak berat sehingga tidak bisa digosok rangka mesinnya,”tutupnya.

Lalu kapan kasus ini akan terungkap? Akankah Menjadi  Misteri Tanpa Tepi??.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.