Home Berita Komunitas Warga Bengkel Kembangkan Mobil dan Motor Kayu

Warga Bengkel Kembangkan Mobil dan Motor Kayu

1317
0
SHARE
Mobil Berbahan Dasar Kayu

Busungbiu, Salah seorang warga desa Bengkel di Kecamatan Busungbiu berhasil merakit mobil dan motor berbahan dasar kayu.

Ada hal unik dilakukan oleh salah seorang warga desa Bengkel. Dia adalah  I Gede Sation  Lelaki  yang kini berusia 56 tahun sukses membuat dua buah mobil dan tiga sepeda motor berbody kayu. Hasilnya? Cukup mengagumkan. Satu buah mobil jenis Jimy Kotak dengan bodi kayu jati dan satu mobil jenis Sebra berbahan bodi kayu teep telah dihasilkan. Selain itu tiga sepeda motor jenis RX, Beat dan Vario berhasil disulap dengan bahan kayu serta batok kelapa.

Bagaimana Sation memodifikasi mobil dan motor bebahan dasar kayu?

Modifikasi Motor jenis RK

Ayah dua anak ini memang hobi dengan barang-barang berbahan dasar kayu. Hampir seluruh peralatan rumahtangganya  berbahan dasar kayu. Bukan hanya kayu biasa tapi juga kayu yang telah dimodifikasi. Pintu kamar misalnya tidak berbahan dasar papan tapi berasal dari potongan-potongan kayu yang dirakit. Sation lebih memilih tidur pada sebuah gubuk dari papan.

Sekitar tahun 2012 lalu Sation mencoba memodifikasi sepeda motor jenis RX.. Seluruh body motor dilepas dan diganti dengan kayu. Bukan hanya itu beberapa bagian dibuat variatif menjurus antik seperti knalpot dengan bentuk yang melonjak diatas sadel yang berbahan dasar kayu.

I Gede Sation

Setelah sukses membuat modifikasi tersebut pria yang sempat kuliah di bagian ekonomi Malang berkeinginan untuk memodifikasi mobil hingga cita-citanya terwujud dengan membeli mobil jenis Sebra.  Mobil bekas yang dibelinya seharga 4 juta rupiah itu dimodifikasi menggunakan kayu Terap atau tarap yang di bali dikenal dengan istilah kayu Teep. Keinginan untuk dapat merampungkan modifikasi itu sangat kuat. Siang malam pemilik sejumlah hotel di Singaraja dan Surabaya itu bekerja untuk memenuhi niatnya menghasilkan mobil kayu. Mengerjakannyapun hanya seorang diri. Sebab sation mengaku tidak ada yang bisa mengikuti irama kerjanya. “Saat ada insiprasi saya bangun dan sudah bekerja mulai  jam 2 dinihari. Terkadang juga kalau lagi mumet bisa libur seminggu. Ini tidak ada ikatan. Hanya mengisi hoby saja. ,”ungkapnya ungkapnya sembari menunjukkan peralatan di bengkel miliknya. Diakuinya bahwa tingkat kesulitan memodifikasi motor dan mobil berbahan dasar kayu adalah pada lekukan dan penutup bagian mesin.  Alhasil niatnya terwujud dan mobil tersebut bisa dioperasikan. Kini Gede Sation tengah menggarap modifikasi sebuah mobil jenis Jimy kotak. Mobil berbahan dasar kayu jati itu digarap sejak dua bulan lebih dan hampir rampung. Kini dirinya akan memasang kursi keliling diatas bak mobil Jimy tersebut. Dijelaskan bahwa bahan dasar kayu jati local yang dihabiskan mencapai satu kubik lebih dengan harga hampir 8 juta rupiah. Sedangkan lem, baut dan kebutuhan lainnay menurut  penghobi binatang ini tidak bisa dihitung. Sepintas tampak mobil tersebut seperti bukan mobil kayu. Apalgi kayu tersebut tidak dicat sebagaimana layaknya mobil biasa. Sation hanya menggunakan vernis untuk mengkilatkan kayu jati tersebut.

Bentuknya Lucu

Sukses memodifikasi sepeda motor dan mobil pria yang sempat bersekolah di SMP Negeri 2 Singaraja mulai meningkatkan obsesinya untuk memodifikasi sepeda motor terkini. Dibelinya sepeda motor jenis matik. Sama dengan cara kerjanya yang pertama seluruh body sepeda motor dilepas dan diganti dengan bahan dasar kayu. Hanya saja satu motor jenis matik dibuat berbahan dasar batok kelapa, dan yang satunya berbahan dasar kayu jati. Bentuknyapyn lebih variatif dan lucu.

Contohnya pada bagian kepala sepeda motor terdapat topeng atau patung kepala mirip kerbau, atau sapi bertuliskan demen pade len (kesenangan berbeda satu dengan yang lain-red) bentuk lainnya yakni modifikasi pada bagian jok yang diisi variasi seperti orang berboncengan. Hanya saja tanpa body dan hanya menyisakan kaki lengkap dengan celaan jeans. Sehingga akan terlihat mirip seperti orang yang sedang  berboncengan. Pemasangan sejenis patung ini akan berpengaruh pada saat membuka tangki. Dimana pengendara harus mengangkat dua kaki  patung tersebut untuk bisa membuka jok sepeda motor. Pada bagian kunci diisi kayu dengan bentuk alat kelamin pria. Sementara pada bagian klakson, Gede sation mengisinya dcngan suara kuda yang sedang meringik atau rekaman suara sapi, bahkan suara lonceng miruip bel dokar. Saat ditanya kenapa harus dibuat lucu? Pria yang sempat menjadi pengawas LPD di kabupaten Badung ini mengaku hanya iseng saja. Bahkan dirinya punya cerita lucu. Diceritakan pada suatu ketika dirinya sedang mengendarai motor dan berhenti pada sebuah tempat. Saat itu seseorang mendekatinya sambil tertawa terpingkal-pingkal karena melihat body motor lucu tersebut. seseorang yang diketahui sebagai karyawan LPD itu mengaku sakit kepala yang dideritanya langsung hilang saat melihat motor tersebut. Berbeda pada motor variasi pada mobil tidaklah selucu  variasi paa mobil.

Jika ingin Membuka Tangki harus dengan cara seperti ini

Pada bagian mobil, Gede Sation menempatkan meja bulat diatas bak mesin dan mangisi variasi berupa kursi keliling. “Jika mobil ini berhenti dapat dimanfaatkan sebagai tempat minum kopi bersama,”bebernya.

Siapa Pengguna Mobil dan Motor Berbahan Dasar Kayu?

Bertepatan dengan tahapan kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati Buleleng tahun 2012 lalu, Gede Sation memodifikasi mobil sebra. Saat mencoba mobil hasil modifikasinya tersebut  di desa Bengkel dan sekitarnya banyak warga memintanya berhenti dan melihat hasil karyanya. Saat bersamaan paket pas Sutjidra sedang melintas bersama pendukungnya. Jadilah mobil itu digunakan untuk berkampanye oleh Paket Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra di seputaran desa. “Pak  Sutjidra yang nyetir mobil tersebut. Padahal bodinya baru setengah jadi,”terangnya. Pada saat itu Sation yang berdomisili di susun Bukit Telu desa Bengkel mengaku berkaul jika kelak Paket Pass-Sutji menang pada Pilkada 2012 dirinya akan  membawa mobil hasil mofidikasinya ke rumah jabatan bupati. Namun sayang hingga kini kaulnya belum terbayar.  Sementara mobil dan motor hasil karyanya hanya digunakan untuk pribadi. Diakuinya sejumlah penawaran  dari calon pembeli motor dan mobil hasil karyanya mulai mengalir. Untuk Beat Kayu yang disingkat Bika sempat muncul penawaran sebesar 27 juta rupiah. “Saya akan jual jika penawaran emncapai 30 juta rupiah. Sedangkan Mobil Kayu disingkat Moka hasil karyanya akan dilego dengan harga 100 juta rupiah.  (Tut)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.