Home Artikel Kesehatan Turunkan Resiko Kanker Rahim

Turunkan Resiko Kanker Rahim

Banyak penelitian di dunia dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor yang bisa meningkatkan terjadinya kanker rahim. Selain itu, para peneliti juga ingin mengetahui upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko kanker rahim mengingat banyak sekali korban kanker rahim yang berujung dengan kematian.

1450
0
SHARE
Kanker rahim, menurunkan resiko kanker rahim
Image by deherba.com

Banyak penelitian di dunia dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor yang bisa meningkatkan terjadinya kanker rahim. Selain itu, para peneliti juga ingin mengetahui upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko kanker rahim mengingat banyak sekali korban kanker rahim yang berujung dengan kematian.

Sampai saat ini masih belum ditemukan cara yang terbukti ampuh untuk mencegah penyakit ini. Tingkat kematian khususnya pada kaum wanita masih sangat tinggi akibat dari kanker rahim. Pola hidup yang tidak sehat masih menjadi faktor utama yang menyebabkan penyakit ini terjadi.

Rahim adalah salah satu organ terpenting bagi wanita dalam proses reproduksi. Namun, sayangnya organ ini sangat rentan terserang kanker. Hal ini pun mengakibatkan berbagai masalah hidup. Mulai dari sulit untuk mendapatkan keturunan sampai membuat sang suami kecewa yang berujung pada masalah keluarga. Jenis kanker ini juga sering disebut dengan kanker endometrium karena umumnya bagian inilah yang diserang oleh kanker mematikan ini.

Dikutip dari alodokter.com, penyakit ini menduduki peringkat keenam yang paling sering menyerang kaum wanita bahakan sampai mengakibatkan kematian pada penderitanya. Pada tahun 2012, penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320.000 wanita di dunia. Di Indonesia sendiri, kanker rahim termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Terhitung sekitar 17.500 wanita di Indonesia menderita kanker rahim. Angka ini memang sangat mengejutkan karena menunjukkan betapa mudah wanita diserang oleh kanker rahim.

Gejala-gejala yang muncul saat menderita kanker rahim biasanya adalah pendarahan yang terjadi pada vagina. Memang tidak semua pendarahan pada vagina diakibatkan oleh kanker rahim, namun kewaspadaan harus tetap terjaga karena penyakit ini sangat berbahaya. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter sehingga penyakit yang kita alami bisa cepat terdeteksi.

Jika terlanjur mengidap penyakit ini sebaiknya segera menghubungi dokter untuk penanganan yang lebih baik. Dengan penanganan yang tepat, penyakit ini tidak akan menyebabkan masalah. Namun ada baiknya jika melakukan pencegahan sedini mungkin. Seperti yang kita ketahui, mencegah memang lebih baik daripada mengobati.

Dalam artikel ini akan dibahas beberapa langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah resiko terkena kanker rahim. Berdasarkan penelitian, beberapa hal dibawah ini bisa mengurangi resiko penyakit ini menyerang tubuh kita. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah langkah-langkah tersebut.

Pelajari resiko HRT

Hormone Replacement Therapy (HRT) atau sering disebut dengan terapi sulih/mengganti hormon adalah terapi yang digunkanan untuk mengendalikan gejala-gejala menopause. Biasanya terapi ini diberikan kepada wanita yang sudah mengalami menopause sebagai pengganti hormon esterogen yang telah mengalami penurunan. Terapi hormon ini penting untuk dilakukan untuk menunjang keharmonisan keluarga. Pada saat pascamenopause, sebaian besar wanita merasa tidak percaya diri lagi untuk melayani suaminya dengan maksimal. Tidak hanya itu, penurunan hormon esterogen secara drastis juga dapat membuat wanita tidak nyaman untuk menjalani hidupnya.

Wanita yang bisa menjalani terapi HRT ini adalah wanita yang masih memiliki rahim bisa diberikan sulih hormon esterogen dikombinasikan dengan hormon progesteron. Sedangkan wanita yang sudah tidak memiliki rahim, cukup hanya diberikan sulih hormone esterogen.

Namun jangan kira terapi ini tidak memiliki efek samping. Seperti semua pengobatan lainnya, terapi HRT ini juga memiliki efek samping. Efek samping terkait esterogen berupa mastalgia (nyeri pada payudara), retensi cairan, mual, kram pada tungkai dan sakit kepala. Perlu untuk menginformasikan kepada pasien bahwa mastalgia tidak berkaitan dengan kanker payudara. Sedangkan efek samping terkait progestin antara lain retensi cairan, kembung, sakit kepala dan mastalgia, kulit berminyak dan jerawat, gangguan mood dan gejala seperti gejala pramenstrual.

Konsumsi pil KB

Jika mengkonsumsinya dengan tepat, pil KB memang efektif untuk mencegah kehamilan hingga 99%. Namun perlu kita ketahui, disamping efektifitas penggunaan pil KB, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping bagi orang yang mengkonsumsinya.

Bagi sebagian wanita yang mengkonsumsi pil KB mengatakan bahwa pil ini memang memiliki efek samping yang ringan. Meski demikian, pil ini juga memiliki resiko yang tinggi jika dikonsumsi oleh wanita dengan kondisi tertentu. Hormon esterogen yang terkandung dalam pil KB menyebabkan darah lebih cepat menggumpal. Akibatnya, terjadi gumpalan darah di dalam pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung atau stroke.

Beberapa penelitian mengenai efek samping pil KB dengan kanker payudara masih terus dilakukan. Ada yang menyebutkan pengguna alat kontrasepsi hormonal,  termasuk pil, memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi terkena kanker payudara. Dengan berhenti mengkonsumsi pil KB selama 10 tahun, risiko terkena kanker payudara akan kembali menurun.

Menjaga Berat Badan Melalui Pola Makan dan Berolahraga

Ini adalah salah satu hal terpenting untuk dilakukan jika ingin terhindar dari serangan berbagai macam penyakit. Tidak menutup kemungkinan para wanita juga akan terhindar dari serangan kanker rahim. Dengan menjaga berat badan, kita akan terhindar dari resiko obesitas yang dapat memicu terjadinyakanker rahim.

Menjaga berat badan agar tetap seimbang bisa dilakukan dengan cara berolahraga setidaknya 2-3 jam dalam seminggu. Dengan cara ini, sirkulasi darah akan lancar yang tentunya akan berdampak pada kualitas kesehatan kita. Tidak hanya itu, mengkonsumsi makanan rendah lemak juga sangat perlu dilakukan untuk menghindari kegemukan akibat penumpukan lemak di badan. Mengkonsumsi makanan berbahan kedelai, seperti tempe dan susu kedelai dapat menurunkan resiko kanker rahim. Hal ini dikarenakan kedelai mengandung senyawa isoflavon yang dapat melindungi dinding rahim.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjaga rahim agar tetap sehat.

  • Mengunjungi dokter secara teratur dan melakukan Pap smear rutin setiap tahun untuk mengecek adanya sel-sel abnormal dalam rahim.
  • Tes internal juga dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan yang terjadi pada rahim seperti fibroid atau kanker rahim.
  • Jika mengalami pendarahan dan rasa nyeri yang tidak normal pada vagina, berusahalah untuk segera melaporkannya kepada dokter.
  • Kanker rahim lebih cenderung menyerang wanita yang kelebihan berat badan. Berolahraga adalah salah satu cara untuk mengurangi resiko kanker rahim.

Itulah beberapa informasi mengenai cara menurunkan resiko kanker rahim. Semoga bermanfaat.

Konsultasikan kesehatan anda di Health Care Personal Consultation

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.