Home Buleleng Round Up Tingkat Kebutuhan Tinggi, Penyintas Covid Enggan Donor Plasma Konvalesen

Tingkat Kebutuhan Tinggi, Penyintas Covid Enggan Donor Plasma Konvalesen

45
0
SHARE

Singaraja, Meskipun permintaan akan plasma konvalesen tinggi untuk mempercepat penyembuhan pasien covid, namun tidak sedikit penyintas covid yang enggan mendonorkan plasma darahnya.

Kenyataan itu diungkapkan Kabid Litbang dan Mutu UPTD PMI Bali, dr Candra Indira Sari. Permintaan akan plasma konvalesen sangat tinggi mengikuti banyaknya kasus terkonfirmasi. Satu pasien yang menjalani terapi rata-rata membutuhkan dua kantong plasma darah untuk terapi hari ke nol dan ketiga. Sementara dari keseluruhan plasma darah yang didonorkan hanya 30 persen plasma konvalesen yang baik untuk terapi pasien covid-19. “Yang sembuh banyak sekali, namun saat kita hubungi banyak yang enggan dengan alasan yang bisa kami maklumi. Juga yang membuat kita kesulitan mendapatkan pendonor, hanya 30 persen dari keseluruhan donor yang dapat ditranfusikan kepada pasien covid, sangat sulit menemukan antibody yang sesuai untuk terapi pasien kita,”ucapnya.

Lanjut dr Candra Indira Sari ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pendonor yaitu pendonor merupakan penyintas covid-19 yang dibuktikan dengan hasil swab positif, penyintas covid-19 dapat mendonorkan plasma darahnya setelah 14 hari dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala apapun, umur pendonor yang diperbolehkan adalah 17-60 tahun berat badan minimal 55 kilogram. Bagi perempuan yang sudah pernah hamil tidak diperbolehkan untuk melakukan donor. Kemudian bersedia mengikuti prosedur donor yang berlaku. “Tidak semua pasien bisa menjalani terapi plasma konvalesen ini. Yang jadi indikasi untuk terapi ini adalah penderita covid dengan gejala berat atau kritis. Ada juga rencana memberikan terapi pada pasien dengan gejala sedang karena menurut kajian semakin awal diberikan semakin pasien tersebut terhindar dari komplikasi yang lain,”terangnya.

Adapun alur untuk donor plasma konvalesen yaitu UPTD Donor Darah tiap cabang bisa membantu untuk mencarikan, menyeleksi, dan mengambil plasma darah, kemudian proses pembekuan dan penyimpanan akan dilakukan di UPTD Bali. Plasma darah yang ada nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit yang sebelumnya sudah menyampaikan permohonan.(ags/dpa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.