Home Buleleng Round Up Tidak Cukup Bukti, Terduga Pencabulan Hanya Wajib Lapor

Tidak Cukup Bukti, Terduga Pencabulan Hanya Wajib Lapor

167
0
SHARE

Kampung Kajanan, Penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur di Desa Sangsit Kecamatan Sawan masih terus bergulir, namun demikian polisi belum memiliki cukup bukti untuk menetapkan pelaku sebagai tersangka dan hanya memberikan sanksi wajib lapor.

Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng dalam penyidikan yang dilakukan terhadap terduga pelaku pencabulan anak dibawah umur, RK (28) belum memiliki cukup bukti atas dugaan perbuatan pencabulan yang dilakukan, namun demikian upaya penyidikan masih terus dilakukan dan RK masih dikenakan upaya wajib lapor.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Jumat siang menegaskan proses penyelidikan dan penyidikan masih terus dilakukan meski untuk sementara perbuatan terduga pelaku masih belum bisa dibuktikan. “Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, belum secara full mendukung bukti segitiga sehingga kasus ini masih tetap di kembangkan. Pelaku sementara wajib lapor,”ujarnya.

Kasubag Humas Sumarjaya mengatakan, berkaitan dengan sinyalemen upaya perdamaian tidak dibenarkan dalam penanganan kasus pencabulan yang melibatkan anak dibawah umur dan proses tetap dilakukan sesuai dengan aturan hukum.”Kalau perbuatan itu menyangkut anak tetap akan berlanjut karena bukan delik aduan. Fokus polisi untuk mencari bukti-bukti lain, ada saksi korban, saksi fakta, dan petunjuk lainnya, jika sudah cukupo maka akan dilakukan tindakan hukum lainnya,”imbuhnya,

Mengutip laporan dan informasi yang dikumpulkan menyebutkan, dugaan pencabulan yang dilakukan RK berawal saat melihat korban tidur diruang tamu, diduga kondisi pelaku RK saat itu dalam pengaruh alcohol sehingga mendekati korban dan meraba kemaluan korban sehingga kjorban tersentak dan berteriak, bahkan ibu korban saat mendatangi anaknya diruang tamu melihat RK yang kemudian berupaya kabur dengan meninggalkan sandal.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.