Home Buleleng Round Up Tersumbat Belasan Tahun BWS Bali Penida Mulai Identifikasi Terowongan Pembagi Air Subak...

Tersumbat Belasan Tahun BWS Bali Penida Mulai Identifikasi Terowongan Pembagi Air Subak Di Desa Lokapaksa

85
0
SHARE

Lokapaksa, Balai Wilayah Sungai, BWS Bali-Penida mulai mengidentifikasi penyumbatan yang terjadi pada terowongan pembagi air, BSA 5 yang berlokasi di Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt.

Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen, PPK Bidang Irigasi dan Rawa BWS-Bali Penida Made Denny usai berdiskusi dengan para kelian subak di Kecamatan Seririt dan Gerokgak. Menurutnya BWS telah merespon harapan anggota subak agar daerah aliran sungai melalui pembagi air di desa Lokapaksa bisa diperbaiki sehingga aliran air lancer hingga ke Tukad Sumaga di Kecamatan Gerokgak. Selama terowongan tersbeut tersumbat oleh smapah. Sesuai rencana BWS Bali-Penida akan memanfaatkan pompa penyedot lumpur untuk mengurangi endapan lumpur yang terjadi belasan tahun. “Dalam satu minggu ini kita identifikasi dilapangan setelah itu baru kita tentukan metode kerja kita. Jadi rencananya kita akan menggunakan pompa lumpur dan dibantu oleh krama subak karena subak harus diberdayakan”,ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen, PPK Bidang Irigasi dan Rawa BWS-Bali Penida Made Denny menagkui jika sampah menjadi factor utama penyebab tersumbatnya aliran air menuju empat subak di desa Banjar Asem, Tegallenga, Tukadsumaga dan desa Patas.

Seperti diberitakan sebelumnya atas kondisi yang terjadi Camat Seririt Nyoman Riang Pustaka melayangkan surat kepada BWS Bali-Penida hingga ke Dirjen Sumber Daya Air di Surabaya untuk memohon bantuan perbaikan mengingat kewenangan ada pada kedua lembaga tersebut. Diakuinya perbaikan sempat dilakukan oleh BWS namun belum maksimal. Bukan hanya itu anggota subak setempat juga berpartisipasi melalui donasi untuk operasional alat berat yang dioperasikan namun belum  membuahkan hasil sesuai harapan. Daerah Aliran sungai tersbeut mengairi sawah di empat subak mulai dari Desa Banjar Asem meliputi Subak Pangkung Kunyit, Subak Tegallenga, Subak Buluh, Subak Lebah, desa Tukad Sumaga, subak Tinga-Tinga, dan subak di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Ratusan hectar lahan hingga kini masih kekeringan akibat tersumbatnya aliran air tersebut.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.