Home Buleleng Round Up Tahun 2021, STAH Negeri Mpu Kuturan Fokuskan Dua Proyek

Tahun 2021, STAH Negeri Mpu Kuturan Fokuskan Dua Proyek

113
0
SHARE

Banyuning, Sekolah Tinggi Agama Hindu, STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja berfokus pada pembangunan dua Gedung, yaitu tahap kedua Gedung kelas dan Gedung Asrama Mahasiswa di tahun 2021.

Dua Gedung tersebut, masing-masing pembangunan tahap kedua Gedung kelas merupakan bantuan dari Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama sedangkan Gedung Asrama Mahasiswa yang rencananya berada di bagian timur kampus merupakan bantuan dari Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PUTR Republik Indonesia.

Gedung kelas yang terletak di sebelah selatan Gedung Rektorat sudah dibangun basement dan lantai satunya. Sehingga tahun ini, bangunan dengan pagu anggaran 10.2 milyar tersebut dilanjutkan dengan pembangunan lantai dua. Sementara pembangunan Gedung Asrama sepenuhnya dilakukan Kementerian PUPR. Gedung yang sudah berdiri lengkap dengan mebelernya akan dihibahkan ke STAH Negeri Mpu Kuturan. Dengan syarat pihak lembaga telah melakukan perataan tanah dan pembangunan dinding senderan.

Ditemui di ruang kerjanya, Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja Dr. I Gede Suwindia, S.AG.,MA menjelaskan pembangunan dua proyek ini merupakan upaya pengembangan kampus sehingga bisa melayani masyarakat utamanya dalam ilmu pendidikan agama. Kedepan dengan pembangunan gedung-gedung baru ini, proses belajar mengajar untuk program S1 akan difokuskan di Gedung jalan pulau Menjangan, sementara Gedung kampus di Jalan Kresna difokuskan untuk program magister. “Mimpi besar saya begitu kampus ini menjadi institut paling tidak di tahun 2023, kita sudah punya maskot pascasarjana yang bagus. Artinya prodi pascasarjana sudah ada magister pendidikan dan akan ditambah magister ilmu komunikasi, ilmu ekonomi, dan akuntansi. Termasuk kita ingin membangun pusat studi mengambil nama besar Mpu Kuturan,”ujarnya.

Lanjut Ketua STAHN Negeri Mpu Kuturan Gede Suwindia, Kampus dengan akreditasi Amat Baik itu, ruangan-ruangan untuk perkuliahan masih kurang memadai. Karena hingga saat ini perkuliahan dilakukan di dua Gedung terpisah. Namun demikian, Kementerian Agama lebih mengarahkan sistem perkuliahan secara daring. “Karena pandemi mahasiswa hampir setahun daring, namun disamping menghindari adanya kontak, lembaga ini dari awal diarahkan kementerian untuk memulai pembelajaran berbasis e-learning. Makanya secara pribadi saya menganggap adanya covid pemanfaatan daring ini dipercepat dan dosen harus menyesuaikan,”ungkapnya.(ags/dpa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.