Home Buleleng Round Up Songsong Wacana Bandara Warga Adat Kubutambahan Medewa Saksi

Songsong Wacana Bandara Warga Adat Kubutambahan Medewa Saksi

82
0
SHARE

Kubutambahan, Wacana pembangunan bandara baru Bali Utara di desa Kubutambahan semakin menguat, untuk itu krama desa adat Kubutambahan menyatukan dengan membulatkan tekad melalui upacara medewa saksi.

Upacara medewa saksi digelar di Pura desa Kubutambahan sabtu (17/10). Hampir semua prajuru, kelian subak, para pecalang, pemangku dan  krama desa linggih hadir dalam persembahyangan tersebut.

Kelian desa adat Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea menjelaskan kegiatan ini sebagai wujud kebulatan tekad warga adat Kubutambahan atas status tanah duwen pura yang akan dimanfaatkan untuk lahan bandara baru bali utara. Mereka tetap pada prnsip untuk mempertahankan status tanah duwen pura. “Semoga dengan apa yang kami sembah baktikan, semoga Tuhan memberikan kemudahan dalam upaya melestarikan tanah duwen pura,”ujarnya.

Kelian desa adat Kubutambahan Warkadea mengakui selama mengikuti pertemuan dengan tim pembangunan bandara di Propinsi Bali dirinya sering mendengar akan adanya pengalihan status tanah duwen pura, padahal secara prinsip desa adat sangat setuju lahan itu dimanfaatkan sebagai lokasi bandara tanpa merubah status tanah sebagaimana prasasti 1017. “Dengan menggelar upacara ini kita melestarikan tanah-tanah duwen pura. Walaupun ada rencan pembangunan bandara, kami mendukung, namun tidak boleh ada pelepasan hak menjadi lahan negara. Luasan yang rencananya digunakan untuk bandara seluas 370.80 hektar,”pungkasnya.

Lalu bagaimana sikap desa adat atas undangan rapat di Jayasabha Denpasar untuk membahas bandara hari ini?.

“Menurut hemat kami, segala keputusan berkaitan dengan desa linggih dan kelian banjar adat dihadapkan di Pura Desa. Tanah Duwen Pura silahkan dgunakan sebagai bandara namun tidak ada pelepasan hak,”ungkap Warkadea.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.