Home Buleleng Round Up Semilir Gempol 38: Operasi Tamas Efektif Tekan Covid ?

Semilir Gempol 38: Operasi Tamas Efektif Tekan Covid ?

74
0
SHARE

Banyuning, Covid-19 merupakan virus yang tergolong mematikan. Ribuan bahkan jutaan orang di dunia telah direnggut oleh virus  yang pertama kali ditemukan di kota wuhan Cina tersebut. Apalagi sejak dibukanya tatanan kehidupan baru. Virus ini makin merajalela. Tak kenal buruh pejabat maupun penjahat. Semua lapisan masyarakart diserang. Mereka yang kekebalan tubuhnya nggak sebanding langsung diantarkan ke sunialoka. Sedangkan mereka yang kekebalan tubuhnya memadai dan taat akan aturan pemerintah dia akan selamat.

Sejatinya pemerintah sejak awal telah menghimbau agar masyarakat taat akan protokol kesehatan, prokes. Tapi masih ada saja oknum yang bengkung mengarah meboya. Sebagaimana percakapan yang terekam belum lama ini. ” Beh nak sube mekejang Ida ne ngatur, yen sube gantine mati ya mati,” celoteh seorang warga  ditengah operasi taat masker. Celoteh itu langsung ditimpali lawan bicaranya” Tuah jee jeleme lakar mati dogen jak mekejang, nah yen nyidaang pangsing ulian covid-19,” jawabnya.

Mendengar percakapan itu sesungguhnya masih sangat banyak warga yang sudah taat akan prokes dan takut pada virus covid apalagi sampai pada kematian. Hanya segelintir oknum yang masih memprovokasi untuk melaukan perlawanan akan aturan tersebut.

Disatu sisi dibutuhkan keseriusan pemerintah terkhusus aparat yang diberikan kewenangan untuk melaksanakan peraturan baik itu Pergub Bali nomor 46 tahun 2020, Perbup buleleng nomor 41 tahun 2020 ataukah perarem pada masing- masing desa adat se Buleleng. Semua peraturan itu mengatur soal taat masker disingkat Tamas. Jangan sampai ada yang mengenakan sanksi denda eh tau taunya ada yang mencari simpati, jangan sampai ada yang membubarkan tajen eh tau taunya ada yang meminta upeti. Kalau ini masih terjadi uhhhhh..

Kesatuan gerak dan langkah inilah yang sesungguhnya ditunggu- tunggu oleh masyarakat. Jangan satu gerak, satu gertak he he he. Hasil  operasi tamas ini terbukti sangat efektif menurunkan angka positif covid di Buleleng. Hanya dalam tempo seminggu jumlah terkonfirmasi yang sebelumnya rata-rata 40 orang perhari sudah menjadi hanya 5 orang bahkan dibawah 5 perhari.  Ini dari data resmi gugus tugas lho, bukan dari bandar togel he he he. Sungguh upaya yang luar biasa. Jangan kasi kendor, jangan ada toleransi, Yang nggak pake masker langsung didenda saja.  Semua langkah pasti ada resiko, termasuk resiko tidak popular sekalipun. Semua aturan yang dikeluarkan pemerintah pasti sudah dipertimbangkan dengan sangat matang, termasuk resiko menghadapi gugatan sekalipun. Jangankan pejabat pelaksana peraturan, tersangka, terdakwa hingga terpidana sekalipun masih diberikan hak dan kewajiban oleh negara. Tidak pecaya? Baca saja Pasal 55-177 KUHAP.

Jika memang masih ingin menekan kasus terkonfirmasi positif tegakkan aturan, jangan pandang dulu, berbagai langkah persuasif berupa himbauan, teguran sudah dilaksanakan. Kini saatnya penerepan sanski kepada pelanggar. Yakin dan percaya jika pemerintah tegas covid- 19 tak akan bebas, tapi jika pemerintah toleran maka covid akan semakin garang.

Tim Pemberitaan Radio Guntur.(tim/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.