Home Buleleng Round Up Sektor Pertanian dan Pengentasan Kemiskinan jadi Prioritas Rancangan Awal RKPD 2020

Sektor Pertanian dan Pengentasan Kemiskinan jadi Prioritas Rancangan Awal RKPD 2020

101
0
SHARE

Lovina, Tiga desa setiap kecamatan di Buleleng jadi pilot projek pengentasan kemiskinan sektor pertanian.

Peningkatan sumber daya manusia guna mempercepat pembangunan ekonomi inklusif di bidang pertanian dan penanggulangan kemiskinan menjadi bahasan dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah, RKPD tahun 2020 bertempat di Hotel Banyualit Lovina, senin (11/02). Forum konsultasi publik yang di hadiri Bupati,  Wakil Bupati, Ketua DPRD Buleleng, SKPD, serta Forkomdes tersebut bertujuan untuk menampung aspirasi serta masukan-masukan dari berbagai komponen pembangunan.  Dalam laporannya Kepala Bappeda Litbang kabupaten Buleleng Nyoman Genep menjelaskan tahapan konsultasi publik RKPD 2020 dalam rangka peningkatan kinerja program pengentasan kemiskinan melalui pembangunan pertanian perlu adanya komitmen yang kuat dari berbagai stakeholder. Kegiatan rancangan awal RKPD 2020 juga dirangkaikan dengan pembukaan musrenbang RKPD di kecamatan tahun 2019.

Forum Konsultasi Publik juga membahas Analisis dan Prediksi Pendapatan Belanja dan Pembiayaan Tahun 2019 yang akan disapaikan oleh badan keuangan daerah kabupaten Buleleng.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengapresiasi tema dari rancangan awal RKPD tahun 2020. Dimana pemerintah provinsi sedang gencar memperbaiki RPJMD untuk disesuaikan dengan pembangunan nasional semesta berencana.

Untuk mengurangi kemiskinan di Buleleng dengan meningkatkan SDM, daerah harus siap menerima perkembangan yang begitu pesat.

Sebagai pilot projek Bappeda Litbang harus mendata tiga desa termiskin di setiap kecamatan untuk di data dan dikembangkan sesuai dengan potensinya.

Bupati Agus Suradnyana usai memberikan sambutan mengatakan sektor pertanian memberikan local intens yang cukup dominan untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di kabupaten Buleleng. Untuk itu diperlukan sinergitas dari semua SKPD sehingga pengentasan kemiskinan melalui sektor pertanian bisa terselenggara dengan baik. “Saya ingin semua SKPD berpikir sama bukannya masing-masing membawa pekerjaan sendiri. Semua tugasnya (SKDP) dalam pengentasan kemiskinan terintegrasi”,ungkapnya.

Buleleng sebagai daerah berbasis pertanian memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB yaitu 22,68 persen dan penyerapan tenaga kerja sebesar 44 persen sebagai petani.  Disisi lain masyarakat miskin sebagian besar bekerja di sektor pertanian tersebut. Hal tersebut yang melatari Kepala Bappeda Litbang Nyoman Genep menyasar sektor pertanian sebagai basis dari program pengetasan kemiskinan.

Kepala Bappeda Litbang Nyoman Genep menambahkan dari desa termiskin akan dilakukan identifikasi faktor-faktor penyebab desa miskin dan potensi desa tersebut untuk kemudian di kembangkan dengan berintergasi pada stakeholder yang bersangkutan.

Dari 60 desa dengan kategori miskin di Buleleng pada tahun 2019 Bappeda Litbang menargetkan sebanyak 27 desa untuk menjadi contoh proyek pengentasan kemiskinan di sektor pertanian. Angka tersebut di harapkan meningkat dengan membuat roadmap yang benar serta support dari berbagai komponen pembangunan.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.