Home Buleleng Round Up RSUD Buleleng Sedang Pelajari Syarat Pengelolaan Limbah B3

RSUD Buleleng Sedang Pelajari Syarat Pengelolaan Limbah B3

39
0
SHARE

Kendran, Pasca dibukanya peluang untuk mengelola limbah berbahaya dan bahan beracun, B3 manajemen RSUD Buleleng mulai mempelajari persyaratan dan ketentuan dimaksud.

Kesempatan untuk mengajukan ijin mengolah limbah B3 akan dijadikan kesmepatan untuk mengolah limbah sendiri. Hal itu disampaikan Dirut RSUD Buleleng Gede Wiartana dikonfirmasi seputar adanya peluang untuk mengolah limbah B3 secara swadaya. Semua ketentuan dan persyaratan akan dipelajari dan berharap bisa dipenuhi. Jika persyaratan memenuhi maka pihaknya akan emngjukan ijin ke Kementerian Lingkungan Hidup dna Kehutanan RI di Jakarta. Sebab pihak RSUD Buleleng menurutnya telah memiliki dua incenerator yang nganggur pasca adanya larangan pengelolaan limbh B3 secara swadaya. Selama ini RSUD Buleleng menggandeng pihak ketiga dalam mengelola limbah B3 dengan nilai kontrak satu setengah miliar rupiah pertahun.

“Nanti tiang pelajari dulu persyaratan itu nggih. Kalau memang bisa mengelola sendiri kita akan ajukan ijinnya. Karena yang saya tahu selama ini seluruh rumahsakit di Bali  tidak ada diberikan ijin untuk beroperasi sehingga semuanya emngadakan kerjasama dengan pihak ketiga. Kan namanya peraturan bisa direvisi”,ungkapnya

Sebelumnya saat kunjungan kerja Komisi IV DPRD Buleleng  ke kementerian lingkungan hidup dan kehutanan Pusat Jakarta Kamis (03/05) Kasubdi Pengangkutan dan Penggelolaan LP3 Purwasto mengatakan jika terjadi kondisi kedaruratan maka pihak rumahsakit bisa mengajukan ijin pemanfaatan incinerator kepada pihak kementerian lingkungan hidup dan kehutanan RI.

“Solusi jangka menengahnya kami mendorong setiap rumahsakit mempunyai incinerator sendiri karena inceneterator itu kan harus disesuaikan dnegan kapasitas limbah yang dihasilka. Nah kebijakan ini karena kondisi darurat dan penumpukan cukup tinggi. Ini bukan hanya terjadi di bali tapi hampir di semua tempat penumpukan limbah B3 cukup tinggi dan bisa berdampak pada warga. Sehingga pihak rumahsakit bisa menyurati kita ke Direktorat Jenderal direktorat verifikasi penggelolaan limbah B3 dan limbah non B3 gedung Kementrian Lingkungan Hidup di Jakarta”,bebernya. Setelah usulan diterima maka dokumen akan dicek untuk sleanjutnya dilakukan verifikasi ke lapangan sebelum mengeluarkan ijin operasi.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.