Home Artikel Kesehatan Rokok Sebagai Faktor Resiko Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Rokok Sebagai Faktor Resiko Penyebab Penyakit Jantung Koroner

RISKESDAS tahun 2010 menunjukkan bahwa 34,7% Penduduk di Indonesia berusia 10 tahun ke atas adalah perokok. Dua tahun sebelumnya, yakni pada tahun 2008, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) merilis data bahwa Indonesia menduduki posisi ke-3 dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India.

1111
0
SHARE
image by stwaz.wordpress.com

Berikut memerupakan beberapa faktor penting lainnya yang dapat menyebabkan resiko Penyakit Jantung Koroner ( PJK ) menyerang adalah merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol yang tinggi, kelebihan berat badan, diabetes mellitus dan gaya hidup yang kurang berolah raga.
 
Hal-hal ini diperkuat oleh penelitian dari para ahli yang menunjukkan bahwa penderita PJK setidaknya mengalami salah satu dari beberapa factor tersebut. Namun, kabar baiknya yang penting untuk kita ketahui adalah bahwa faktor-faktor tersebut dapat kita cegah
 
Salah satu faktor resiko dari penyebab Penyakit Jantung Koroner yang dapat dicegah yakni merokok
Dimana data dari RISKESDAS tahun 2010 menunjukkan bahwa 34,7% Penduduk di Indonesia berusia 10 tahun ke atas adalah perokok. Dua tahun sebelumnya, yakni pada tahun 2008, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) merilis data bahwa Indonesia menduduki posisi ke-3 dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India. Kemudian peringkat setelahnya sebagai konsumen rokok terbesar yakni Amerika Serikat, Rusia serta Jepang.
 
Data yang lainnya menyebutkan bahwa tembakau merupakan faktor resiko pada 6 dari 8 kematian utama. Di dalam rokok sendiri terkandung 4000 zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan, seperti nikotin yang sifatnya adiktif, tar yang bersofat kersinogenik dan bahkan juga terdapat zat formalin. Merokok merupakan salah satu faktor resiko penyebab PJK. Merokok dianggap sebagai salah satu penyebab utama yang dapat memperbesar peluang resiko seseorang dapat terkena PJK ( Meningkat hingga 6 kali lipat dengan orang yang bukan perokok ). 
 
Perlu mendapatkan perhatian juga, bahwa banyak orang yang menjadi perokok pasif atau penghirup asap rokok dari orang lain. Lebih dari 43 juta anak yang terpapar asap tembakau pasif atau asap tembakau lingkungan. Dimana lebih dari setengah ( 57% ) rumah tangga mempunyai sedikitnya satu orang perokok di dalam rumah tersebut dimana hampir semuanya ( 91,8% ) nya merokok di dalam rumah. Seorang Perokok pasif juga memiliki resiko peluang terkena PJK. Meskipun resiko yang diperoleh tidak sebesar perokok pasif, dengan factor lingkungan dimana terdapat banyak perokok, resiko bagi bukan perokok aktif meningkat menjadi 60% peluang untuk dapat terkena PJK
Semoga artikel ini bermanfaat 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.