Home Buleleng Round Up Restorasi Rumah Ibunda Bung Karno Dimulai Struktur Diminta Menyerupai Aslinya

Restorasi Rumah Ibunda Bung Karno Dimulai Struktur Diminta Menyerupai Aslinya

62
0
SHARE

Paket Agung, Restorasi rumah ibunda Bung Karno, Nyoman Rai Srimben di Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kabupaten Buleleng, Bali diminta agar dibuat secara detail dan menyerupai aslinya.

Restorasi rumah Nyoman Rai Srimben dimulai dengan peletakan batu pertama Minggu 20 September 2020. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berharap restorasi dilakukan semirip mungkin dengan aslinya, baik dari segi bahan yang akan digunakan, sturuktur bangunan hingga proses penggerjaannya sehingga keaslian dari bangunan awal bisa terlihat dengan jelas.

Bupati Agus Suradnyana didampingi Ketua DPRD Buleleng  Gede Supriatna dan sekda Gede Suyasa menjelaskan kegiatan restorasi ini merupakan awal dari pembangunan. Diskusi lebih lanjut akan terus dilakukan dengan keluarga besar Bale Agung untuk menggali lebih dalam seperti apa kondisi lingkungan dan bangunan dijaman dahulu. Utamanya pada areal rumah Nyoman Rai Srimben untuk dibuat semirip mungkin melalui dokumen-dokumen yang masih tersimpan. Pass demikian sapaan akrab Bupati Agus Suradnyana bahkan berharap material kayu yang maish bias dimanfaatkan agar dimanfaatkan sehingga keaslian bangunan tetap terjaga.”Inikan baru awal saja habis itu kita akan bicara dengan semeton bale agung, kita coba liat, buka lagi foto-foto lamanya lingkungannya seperti apa, jika sudah setuju semua kita berupaya lingkungannya dibangun seperti mendekati aslinya,”ungkapnya.

Bupati Agus meminta Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng agar membangun komunikasi dengan keluarga Bale Agung untuk menemukan gambar asli termasuk lingkungan pada jaman dulu sehingga menyerupai lingkungan aslinya.”Jangan setengah-setengah kalau kita mau jadikan  ini sebuah cagar budaya. Kalau semua sudah siap semua kita akan diskusi lagi,”ujarnya.

Sementara Itu, perwakilan dari dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPC) Bali, Giri Prayoga, ST berjanji selama pelaksanaan restorasi pada rumah Nyoman Rai Srimben pihaknya akan terus didiskusikan dengan Bupati Buleleng melalui Dinas Kebudayaan Buleleng dan pihak keluarga besar Bale Agung Singaraja. Sehingga restorasi yang dilakukan betul-betul menyerupai bangunan aslinya “Sesuai dengan keinginan Bapak Bupati beliau ingin benar-benar detail restorasinya,”tegasnya.

Giri Prayoga menambahkan, untuk bahan baku akan tetap mempergunakan bahan baku aslinya. Hanya saja ada beberapa bahan yang sulit didapat yaitu batu bata. Dimana batu bata pada bangunan tersebut bentuknya sedikit berbeda-beda. Ada yang ukuran kecil dan ada ukuran lebih besar. Namun, pihaknya sudah mempersiapkan untuk bahan baku batu bata tersebut.”Target tuntas tentu saja di awal desember 2020 ini harus selesai dengan tepat waktu nanti,”tuturnya.

Ditempat yang sama, Anggota komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menekankan rumah Nyoman Rai Srimben merupakan salah satu tempat bersejarah utamanya sebagai cikal bakal terbentuknya negara Indonesia. Melalui restorasi diharapkan generasi muda tidak begitu saja melupakan sejarah.”Ini adalah peninggalan beliau yang sampai saat ini belum diperhatikan oleh pemerintah, dengan adanya restorasi ini adalah hal yang bagus sekali, karena ini adalah warisan,”pungkasnya.

Kegiatan peletakan batu pertama juga dihadiri Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH. Melalui restorasi rumah Nyoman Rai Srimben diharapkan akan bisa menjadikan ikon baru ddalam kepariwisataan  di Bumi Panji Sakti. Pasalnya peninggalan ini merupakan satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.