Home Buleleng Round Up Putus Kontrak Pembangunan Patung Bung Karno Disperkimta Tunggu Fatwa LKPP

Putus Kontrak Pembangunan Patung Bung Karno Disperkimta Tunggu Fatwa LKPP

33
0
SHARE
Salah satu bagian patung yang belum dipasang

Banjar Jawa, Dinas Perumahan permukiman dan Pertanahan, disperkimta Buleleng akhirnya secara resmi memutus kontrak pembangunan Patung bung kartno di RTH Bung Karno kelurahan Sukasada.

Pemutusan kontrak pembangunan patung Bung Karno tidak serta merta mengakhiri rencana pembangunan bapak Proklamator RI. Sebab badan patung walaupun belum tuntas  masih berada di Jogjakarta

Kadis perkimta Buleleng Nyoman Surattini di ruang kerjanya Senin (11/02) mengakui saat melihat langsung di Jogjakarta bagian patung berupa cetakan badan dan tangan yang memegang tongkat komando terbuat dari fiber sudah rampung. Namun untuk melakukan cor dengan logam campuran kuningan dan perunggu membutuhkan waktu yang lumayan lama. Atas kenyataan itu Disperkimta tepaksa menitipkan badan patung itu kepada pengrajin di Jogja. Saat ini Disperkimta bersama TP4 D dan rekanan tengah menghitung prosentase pekerjaan yang telah digarap. Selanjutnya Disperkimta selaku pemilik proyek akan meminta petunjuk dan arahan dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, LKPP apakah pekerjaan bisa dilanjutkan dengan prosedur penunjukan langsung, atau harus dimulai dari nol. Sesungguhnya Surattini menginginkan agar pengrajin kembali diberikan kesempatan untuk mengerjakan patung hingga tuntas. Sebab jika dimulai dari nol maka prosesnya akan cukup panjang. “Kita belum bisa memastikan, kita tunggu audit BPK nanti akan konsultasi ke LKPP karena sudah sebagian besar di kerjakan bagaimana nanti proses pengadaannya. Memberi petunjuk karena mereka mengeluarkan peratutan pengadaan barang dan jasa jadi seperti apa nanti kita bikin kajiannya menurut petunjuk mereka. kalau memang bisa langsung di tunjuk pematung itu kan lebih gampang”,ungkapnya.

Atas keterlambatan pengerjaan patung Bung Karno rekanan PT Chandara Dwipa yang berlaamt di jalan Tunjung Singaraja dikenakan denda sebesar duaratus tujuhpuluh juta rupiah. Sedangkan nilai pekerjaan patung mencapai dua setengah miliar rupiah.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.