Home Buleleng Round Up Puluhan Penyelam Siap Menata Kontruksi Terumbu Karang Dibawah Laut Lovina

Puluhan Penyelam Siap Menata Kontruksi Terumbu Karang Dibawah Laut Lovina

122
0
SHARE

Singaraja, Sekitar 20 orang penyelam profesional siap diterjunkan untuk berpartisipasi dalam penataan terumbu karang di laut kawasan Lovina yang merupakan program padat karya Indonesia Coral Reef Garden, ICRG.

Program restorasi terumbu karang, Indonesia Coral Reef Garden atau ICRG serta pelestarian ekosistem pesisir dan kawasan wisata sebagai salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemulihan ekonomi Bali, yang sektor pariwisatanya sempat lumpuh akibat pandemi. Lima Desa di Kabupaten Buleleng berkesempatan untuk mendapatkan manfaat dari program ini salah satunya Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar yang juga masuk dalam kawasan Lovina.

Di Desa Kaliasem proses pengerjaan sudah mencapai 95 persen dan tinggal menunggu proses penenggelaman beberapa kontruksi untuk media tanam terumbu karang seperti roti buaya, fishdom, Pasak Bumi dan beberapa kotruksi lainnya yang direncanakan mulai dilakukan tanggal 5 Desember 2020 mendatang.

Dalam proses penenggelaman dan penataan di bawah laut akan melibatkan 20 orang diver atau penyelam profesional sebagian besar merupakan warga lokal dari Desa Kaliasem dan juga Desa Kalibukbuk yang sudah pernah melaksanakan kegiatan serupa seperti yang diungkapkan koordinator penyelam Gede Sudarma ditemui pantai Lovina, Selasa 01 Desember 2020. “Kita memanfaatkan tenaga kerja masyarakat lokal yang berada di desa Kaliasem, dan tentunya sudah punya sertifikat,”ujarnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Gede Buda ini menjelaskan rencana awal pihaknya menerjunkan sekitar 35 orang penyelam namun 15 orang diantaranya mengundurkan diri karena berbagai alasan. Dengan 20 orang personil yang tersisa pihaknya optimis bisa menyelesaikan semua pekerjaan penataan kontruksi sesuai batas waktu yang sudah ditentukan. “Awalnya kurang lebih 35 dan berkurang 15 dan masih 20 penyelam, siap tidak siap saya harus siap dengan 20 orang ini,”ungkapnya.

Kedepan Gede Buda berharap kegiatan ini tidak cukup sampai disini, diperlukan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kelangsungan hidup dari terumbu karang di kawasan pantai Lovina yang selama ini belum tertata dan dikelola maksimal, sehingga jika program ini sudah dikawal dengan baik, kedepan bisa dipastikan berimbas pada kemajuan sektor pariwisata di kawasan Lovina. “Harapan kedepan aparat desa dan masyarakat bisa menjaga aset kita untuk kedepannya, dan jika sudah berjalan lancar tentu terumbu karang dan ikan akan bertambah,”tegasnya.(eta/dpa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.