Home Buleleng Round Up Puluhan Nasabah Datangi Kantor LPD Anturan

Puluhan Nasabah Datangi Kantor LPD Anturan

234
0
SHARE

Anturan, Puluhan nasabah datangi kantor Lembaga Perkreditan Desa (LPD) desa adat Anturan untuk mempertanyakan status uang yang mereka simpan yang hingga awal tahun 2021 belum bisa dicairkan.

Puluhan warga nampak mendatangi kantor LPD desa Anturan, Senin 4 Januari 2021 sejak pagi sekitar pukul 08.00. Kedatangan warga tersebut guna mempertanyakan status uang yang disimpan di LPD Anturan baik berupa tabungan maupun deposito yang hingga awal tahun 2021 tak bisa dicairkan.

Pantauan dilapangan, perwakilan warga diterima oleh Kepala LPD desa adat Anturan Komang Arta Wirawan untuk melakukan rapat yang juga dihadiri oleh Kelian desa adat Anturan.

Salah seorang warga Ketut Supandra mengungkapkan, kedatangan warga bertujuan untuk mempertanyakan proses kerja dari LPD hingga Desember 2020, dan pihaknya berharap adanya transparansi pengelolan administrasi dari LPD secara nyata kepada masyarakat. “Jangka waktu dari LPD untuk bekerja kan sampai Desember 2020, di januari wajar mereka datang mencari informasi apakah ada uang atau tidak dan seharusnya ketua LPD bisa menjelaskan jangan nasabah disuruh bersabar terus  dan minta tempo terus, buktikan kinerja dengan administrasi yang benar jangan omong-omong saja, kalau ada kredit macet ungkap datanya,”ungkapnya.

Lanjut pria yang juga selaku mantan ketua tim penyelamat asset LPD ini menjelaskan, selama proses audit tim penyelamat banyak sekali ditemukan kejanggalan baik secara catatan administrasi maupun bukti aset nyata dilapangan berlawan. “Temuan kami di tim penyelamat ada 135 miliar yang perjalanan uangnya tidak jelas, setelah di tanyakan inilah tidak bisa dijawab, dia tidak mengakui keberadaan tim audit dari desa padahal tujuan kami agar permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu,”imbuhnya.

Kedepan Supandra berharap agar desa adat Anturan segera bertindak untuk menggelar paruman bersama krama desa untuk mengambil langkah selanjutnya karena jika ini dibiarkan akan terus berlarut sedangkan kejelasan penyelesaian tidak ada. “Untuk melaporkan kasus ini keranah hukum harusnya orang banyak dalam artianya besok jika dizinkan saya akan mengadakan paruman desa dan dari hasil paruman desa, nanti adat yang akan melaporkan hal ini keranah kepolisian atas nama adat didukung oleh krama adat,”pungkasnya.(eta/dpa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.