Home Buleleng Round Up Polisi Ungkap Motif Dendam Pada Kasus Pembunuhan Di Mengening

Polisi Ungkap Motif Dendam Pada Kasus Pembunuhan Di Mengening

800
0
SHARE
Berita Buleleng Terbaru, Berita Buleleng Hari Ini

Kasus pembunuhan di Dusun Sangker Desa Mengening akhirnya secara tuntas diungkap Polsek Kubutambahan dengan motif dendam dan korban ditusuk pada bagian dada dengan mengunakan pisau sejenis golok.

Upaya pengembangan kasus mengening yang menyebabkan I Made Dika (58) warga Dusun Kaje Kauh Desa Tamblang meninggal dunia di Dusun Sangker Desa Mengening Kecamatan Kubutambahan akhirnya menemukan titik terang, dimana pelaku Gede Susila Budi (34) warga Dusun Sangker Desa Mengening menikam korban mengunakan sebilah golok pada dada korban yang dipicu akibat dendam. Hal itu diungkapkan Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sukawijaya didampingi Kapolsek Kubutambahan, AKP Komang Sura Maryantika dan Kasubag Humas AKP Nyoman Suartika, Kamis (02/03/2017) siang di Mapolres Buleleng.

Kapolres Sukawijaya menegaskan, setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan secara laboratorium forensic termasuk keterangan saksi-saksi akhirnya mengungkap korban ditusuk mengunakan sebilah golok pada bagian dadanya.

“Tersangka setelah melakukan, cerita dengan istrinya bahwa dia habis membunuh seseorang menggunakan golok. Jadi barang bukti yang kita sita berupa golok sudah kita kirim,” ujar Kapolres Sukawijaya.

Kapolres Sukawijaya mengungkapkan, motif pembunuhan di Desa Mengening akibat dendam, sebab sebelumnya pelaku Gede Susila Budi pernah bermasalah dengan korban I Made Dika sekitar bulan Desember 2016 dan aksi yang dilakukan pelaku dilakukan tidak secara berencana. “Ini adalah motif sakit hati dan dendam karena pada bulan Desember 2016 terjadi perselisihan antara tersangka dan korban,” tambahnya.

Pelaku Gede Susila Budi alias Sila mengakui antara dirinya dengan korban pernah bermasalah di Pasar Desa Tamblang, bahkan korban beberapa kali juga mencari dan menghadang pelaku sambil menantang, namun oleh pelaku tidak dilayani.

Dalam upaya pengungkapan kasus itu juga polisi melakukan pencarian terhadap barang bukti berupa golok yang akhirnya ditemukan di sebuah kandang babi dirumah pelaku lengkap dengan sarungnya.

Dalam penanganan kasus pembunuhan di Desa Mengening itu, Unit Reskrim Polsek Kubutambahan telah mendengarkan keterangan tujuh orang saksi dan juga saksi ahli termasuk melakukan pemeriksaan sejumlah barang bukti secara laboratorium forensic, bahkan dari pengakuan pelaku sendiri, polisi akhirnya menjeratnya dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun dan pasal 351 ayat (3) dengan ancaman tujuh tahun penjara. (tha/ea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.