Home Buleleng Round Up Polisi Tetapkan Satu Pelaku Penganiayaan Di Kantin 21 Kaliasem

Polisi Tetapkan Satu Pelaku Penganiayaan Di Kantin 21 Kaliasem

98
0
SHARE

Kampung Kajanan, Polisi akhirnya menetapkan satu pelaku penganiayaan di Kantin 21 Desa Kaliasem Kecamatan Banjar, sedangkan empat orang masih sebagai saksi dan melakukan wajib lapor ke Mapolres Buleleng.

Kasus penganiayaan di Kantin 21 Desa Kaliasem Kecamatan Banjar dengan korban Agus Tjahjono (48) warga Kelurahan Banyuning Kecamatan Buleleng akhirnya disikapi serius Sat Reskrim Polres Buleleng dengan menetapkan satu orang pelaku sebagai tersangka atas nama Ketut Budi Arjana alias Kawi (51) warga Desa Kayuputih Kecamatan Sukasada.

Budi Arjana alias Kawi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan di Kantin 21 itu oleh polisi setelah melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi, dimana pelaku Budi Arjana alias Kawi memukul kepala korban Agus Tjahjono pada bagian belakang dengan menggunakan botol ukuran kecil hingga pecah dan kepala korban mengalami luka robek pada bagian kepala belakang sebelah kiri hingga sampai mengeluarkan darah.

Budi Arjana alias Kawi mengatakan, penganiayaan yang dilakukannya itu dipicu saat korban masuk ke dalam Kantin 21 dengan membawa helm yang kemudian ditegur oleh Kadek Budiasa alias Gembrong yang tidak lain adik dari Budi Arjana alias Kawi hingga kemudian terjadi adu mulut dan saling dorong, hingga kemudian tersangka mendatangi keduanya dan melakukan penganiayaan. Keributan yang terjadi itu kemudian dilerai oleh security, diantaranya Ketut Juliartawan alias Golok, Kadek Sastrawan alias Wawan dan Komang Wisada alias Koming.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat, Senin siang di Mapolres Buleleng satu pelaku baru ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan di Kantin 21 Desa Kaliasem, sedangkan empat orang yang disebutkan sebagai saksi masih menjalani wajib lapor.

Kasat Reskrim Mikael Hutabarat membantah adanya informasi jika polisi tidak serius melakukan penanganan terhadap kasus penganiayaan itu, termasuk membantah penanganan kasus itu akan dilaporkan ke Polda Bali, sebab dalam proses yang dilakukan masih memerlukan penyelidikan dan penyidikan. “Itu setelah kita konfirmasi ke korban dia belum pernah ada komplain kemana-mana dan menyerahkan semuanya ke penyidik polres Buleleng. Kejadiannya tanggal 19 dan baru dilaporkan tanggal 23. Dalam waktu 7 hari karena itu tempat hiburan kita kesulitan untuk memanggil saksi. Namun setelah kita cari melalui CCTV kasus ini masih kita dalami,”jelasnya.

Dalam penanganan kasus itu, polisi menyita satu botol yang telah pecah sebagai barang bukti termasuk hasil pemeriksaan medis korban dan Budi Arjana alias Kawi dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.