Home Buleleng Round Up Polisi Mediasi Kasus SMK Negeri 1 Seririt, Korban Mengalami Retak Tulang

Polisi Mediasi Kasus SMK Negeri 1 Seririt, Korban Mengalami Retak Tulang

28
0
SHARE

Kampung Kajanan, Polisi melalui Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng berupaya melakukan mediasi terhadap kasus di SMK Negeri 1 Seririt yang menyebabkan salah satu siswi di sekolah itu mengalami retak tulang tangan kanan akibat di keroyok.

Kasus kekerasan antar pelajar itu terjadi pada rabu lalu saat pulang sekolah yang melibatkan lima siswi dari SMK Negeri 1 Seririt, diantaranya SD, MA, DD, PH dan ST hingga menyebabkan PH mengalami luka serius pada tangan kanan, mengalami retak pada tulang pangkal tangan akibat tendangan dan pukulan yang diduga dilakukan SD, MA dan DD.

Kasus kekerasan tersebut, Senin siang dilakukan mediasi di Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng dengan menghadirkan korban PH dan ST serta pelaku SD, MA dan DD bersama masing-masing orang tua dan guru, setelah sebelumnya upaya mediasi gagal dilakukan di Mapolsek Seririt.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, upaya penanganan masih dilakukan secara mediasi untuk menyelesaikan kasus tersebut lantaran melibatkan pelajar yang merupakan anak dibawah umur sehingga mengedepankan upaya pembinaan.

Kasubag Humas Sumarjaya tidak memungkiri kasus tersebut akan dilakukan penanganan secara hukum apabila dalam mediasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil, sehingga proses secara hukum bakal mengancam ketiga pelaku. “Bila nanti tidak ada kesepakatan pasti yang merasa dirugikan akan melapor ke pihak yang berwajib. Tapi sudah dilakukan upaya mediasi dari pihak sekolah dengan memanggil kedua belah pihak dan juga saksi-saksi yang ada,”jelasnya.

Berdasarkan informasi menyeburtkan, kasus kekerasan yang melibatkan siswi SMK Negeri 1 Seririt itu disebabkan masalah sepele, saat itu PH dan ST bersenda gurau dan tertawa dengan keras, saat itu kebetulan salah satu dari ketiga pelaku melintas hingga membuat ketersingungan. Sehari setelah itu, saat pulang sekolah SD, MA dan DD mengajak PH dan ST untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi hingga kemudian mengajak ke sebuah tempat di Desa Kalianget.

Kemarahan yang memuncak akibat ketersingungan itu akhirnya menyebabkan SD, MA dan DD langsung melakukan aksi kekerasan dengan menjambak rambut PH, bahkan ST yang mencoba melerai juga menjadi korban, aksi kekerasan itu menyebabkan PH mengalami retak pada tulang tangan setelah dijambak dan terjatuh dikeroyok dengan dipukul dan ditendang.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.