Home Artikel Kesehatan Penyakit Batu Ginjal

Penyakit Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan suatu gangguan pada ginjal dimana adanya material keras yang seperti batu di dalam ginjal. Benda yang menyerupai batu ini berasal dari sia limbah di dalam darah yang dipisahkan oleh ginjal dan perlahan-lahan mengalami pengendapan.

1088
0
SHARE
Batu ginjal, Penyakit batu ginjal
Image by caramengatasibatuginjal.com
Penyakit batu ginjal merupakan suatu gangguan pada ginjal dimana adanya material keras yang seperti batu di dalam ginjal. Benda yang menyerupai batu ini berasal dari sia limbah di dalam darah yang dipisahkan oleh ginjal dan perlahan-lahan mengalami pengendapan.

Penyakit batu ginjal memang tergolong ke dalam penyakit serius. Endapan batu yang yang ada mungkin disebabkan oleh makanan yang kita konsumsi atau bahkan memang disebabkan karena gangguan kesehatan lain yang menyebabkan terjadinya pengendapan material di dalam ginjal. Jenis batu ginjal dapat di bagi menjadi empat jenis yaitu batu asam urat, batu kalsium, batu struvit, dan batu sistin.

Baca juga: Pentingnya Mengetahui Hipertensi

Di Asia sendiri, penderita batu ginjal memang cukup tinggi, khususnya di Indonesia. Jumlah penderita batu ginjal di Indonesia diperkirakan mencapai 876.000 orang, menurut survey yang di lakukan oleh US Cenus Bureu pada tahun 2004. Pada umumnya penyakit ini menyerang orang-orang yang berusia 30-60 tahun dan lebih banyak menyerang golongan pria.

Jika batu tersebut masih berada di dalam ginjal, para penderitanya tidak akan merasakan gejala-gejala tertentu. Apalagi jika ukuran batu ginjal masih berukuran sangat kecil, batu ginjal akan lebih mudah dikeluarkan melalui ureter. Gejala batu ginjal baru akan terasa saat batu ginjal berukuran lebih besar dan keluar melalui ureter. Ureter ini adalah saluran yang menghubungkan kandung kemih dan ginjal. Ketika batu ginjal yang memiliki ukuran yang cukup besar melewati ureter, batu tersebut akan membuat gesekan pada dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi bahkan luka. Ureter ini sebenarnya terbentuk dari jaringan yang sensitif. Hal ini pula yang menyebabkan beberapa penderita batu ginjal mengeluarkan urin beserta darah. Batu ginjal juga bisa mengahmbat aliran urin dari ginjal.

Pada umumnya batu ginjal menyebabkan rasa nyeri pada perut dan punggung bagia bawah pinggang. Bahkan menyebabkan rasa nyeri pada selangkangan. Nyeri yang dialami bisa terasa secara tiba-tiba dan menghilang dengan tiba-tiba. Selain itu, meningkatnya frekuensi kencing adalah salah satu gejala lain yang dialami penderita batu ginjal. Urin yang dikeluarkanpun memiliki warna yang keruh dan memiliki aroma yang berbeda dengan biasanya. Tidak jarang urin yang keluar bercampur dengan darah sehingga warnanya tampak kecoklatan. Banyak penderita batu ginjal tidak dapat beristirahat dengan tenang, mengalami mual, dan muntah. Batu ginjal sangat rentan menyebabkan infeksi pada ginjal oleh karena urin tertumpuk di dalam ginjal. Infeksi yang dialami ginjal akan menyebabkan menggigil, diare, dan merasa sangat lemas.

Seperti yang kita ketahui, ginjal berfungsi untuk membersihkan darah dengan cara menyaring limbah yang terdapat di dalamnya dan pada akhirnya akan dibuang dalam bentuk urin. Ginjal bekerja setiap hari. Kadang-kadang, zat-zat limbah tersebut frekuensinya terlalu tinggi sehingga ginjal tidak dapat membuangnya dan akhirnya akan mengendap di dalam ginjal. Seiring dengan berjalannya waktu, pengendapan zat-zat limbah ini akan mengalami pengerasan dan pengkristalan.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, batu ginjal dapat dibagi menjadi empat. Yang pertama adalah batu kalsium. Jenis batu ginjal ini disebabkan oleh tingginya kadar kalsium di dalam urin. Tingginya kadar kalsium dapat disebabkan karena makanan yang kita konsumsi mengandung oksalat ataupun vitamin D. Selain itu, tingginya kalsium dalam urin dapat disebabkan oleh kelenjar paratiroid yang terlalu aktif. Yang kedua adalah batu asam urat. Batu ini disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam urin. Hal ini desebabkan oleh makanan yang mengandung kadar purin tinggi yang kita konsumsi. Yang ketiga adalah batu struvit. Jenis batu ginjal yang satu ini disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih. Batu ini dapat terbentuk dan membesar dengan sangat cepat. Dan yang terkahir adalah batu sistin. Penyebab utama dari batu ini adalah terlalu banyaknya kadar asam amino sistin yang dikeluarkan oleh ginjal. Namun, kasus batu ginjal dengan jenis ini masih jarang ditemukan.

Beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi batu ginjal adalah tes darah, tes urin, intravenous urogram, CT scan, atau X-ray. Tes darah dilakukan untuk membantu dokter mengetahui kadar zat yang berpotensi menyebabkan batu ginjal. Selain itu, tes darah dilakukan untuk mengetahui apakah ginjal pasien masih berfungsi dengan baik. Sedangkan untuk tes urin dilakukan untuk mengetahui apakah ada infeksi pada saluran kemih. Jika sampel urin mengandung serpihan batu ginjal, dokter akan lebih mudah untuk mendeteksi batu ginjal yang diidap oleh pasien. Yang terakhir, untuk intravenous urogram, CT scan, atau X-ray fungsinya hamir sama untuk mendeteksi dan memastikan keberadaan batu ginjal.

Pengobatan batu ginjal akan dibagi menjadi dua berdasarkan ukurannya. Jika ukurannya masih tergolong kecil, batu akan keluar melalui saluran kemih tanpa perlu melakukan operasi. Biasnya dokter hanya menyarankan pasien untuk meminum air putih dengan jumlah banyak dengan harapan agar batu ginjal keluar melalui saluran kemih. Apabila batu ginjal tidak kunjung sembuh, dokter akan meresepkan obat untuk dikonsumsi. Pengobatan dengan cara operasi jarang dilakukan kecuali batu ginjal telah berukuran besar dan menyumbat saluran kemih. Batu ginjal ini memang harus ditangani dengan cepat. Jika tidak, kondisi dan komplikasi lain yang menyebabkan gangguan kesehatan lain pada tubuh.

Untuk mencegah batu ginjal bisa dilakukan dengan cara sederhana yaitu dengan mengkonsumsi air putih secukupnya setiap hari. Dengan mengkonsumsi air putih yang cukup akan membantu mengencerkan urin sehingga limbah yang ada tidak mengalami pengendapan di dalam ginjal. Selain itu, batu ginjal dapat diatasi dengan cara mengurangi mengkonsumsi makana yang mengandung kalsium, oksalat, vitamin D, dan protein hewani.

Itulah beberapa informasi mengenai batu ginjal. Semoga bermanfaat.

Konsultasikan kesehatan anda di Health Care Personal Consultation

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.