Home Artikel Kesehatan Pentingnya Mengetahui Hipertensi

Pentingnya Mengetahui Hipertensi

Hipertensi atau sering dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri. Gangguan ini jarang menunjukkan gejala yang jelas. Namun, tidak jarang penyakit ini menyebabkan kematian mendadak.

776
0
SHARE
Hipertensi, mengetahui hipertensi,
Image by rhizomananopropolis.com
Hipertensi atau sering dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri. Gangguan ini jarang menunjukkan gejala yang jelas. Namun, tidak jarang penyakit ini menyebabkan kematian mendadak. Untuk itu, sangat perlu mengetahui hipertensi.

Untuk mengetahui hipertensi ini, biasanya cara yang paling efektif adalah dengan cara mengukur tekanan darah. Banyak yang tidak mengetahui tekanan darah mereka sendiri karena jarang mengeceknya. Untuk orang dewasa sangat disarankan untuk mengecek tekanan darah mereka setiap 5 tahun sekali. Jika memang memiliki tekanan darah yang tidak normal akan segera diketahui melalui pengkuran tekana darah.

Baca juga: Kenali Penyakit Gagal Jantung

Pada tahun 2013, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa sebanyak 25,8% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia yang berusia diatas 18 tahun menderita hipertensi. Dari hasil tersebut, penderita hipertensi dari golongan perempuan lebih banyak 6% dibandingkan dengan laki-laki. Untuk saat ini, masih banyak penderita hipertensi yang masih belum diketahui. Hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi khususnya di Indonesia. Sampai saat ini penyebab pasti penyakit ini belum diketahui. Seiring dengan bertambahnya usia, resiko hipertensi bisa meningkat. Beberapa faktor yang diduga sebagai pemicu terjadinya hipertensi adalah berusia diatas 65 tahun, kelebihan berat badan, terlalu banyak mengkonsumsi garam, riwayat hipertensi dalam keluarga, jarang berolahraga, kurangnya asupan buah dan sayur, terlalu banyak mengkonsumsi miras, dan konsumsi kopi yang berlebihan.

Banyak orang yang mengidap hipertensi tidak menyadarinya karena memang tidak ada gejala yang jelas. Memeriksakan tekanan darah sangat perlu dilakukan untuk mengetahui hipertensi. Dalam beberapa kasus hipertensi, seseorang yang mengidapnya mengalami gejala berupa sesak nafas, sakit kepala, mimisan, dan penglihatan kabur. Jika memang mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya untuk segera memeriksakannya ke dokter agar bisa menjalani pengobatan yang tepat. Khusus untuk ibu hamil, memeriksakan tekanan darah sangat dianjurkan untuk melaksanakannya secara teratur. Dengan pemeriksaan yang rutin, resiko hipertensi yang mungkin dialami ibu selama hamil bisa menurun. Ibu hamil akan berpotensi mengalami preeklamsia jika tidak memeriksakan tekanan darah secara teratur. Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana bisa menyebabkan gangguan pada plasenta.

Tekanan darah yang ideal adalah dibawah 120/180 mmHg. Tekanan darah bisa mengalami perubahan setiap saat sesuai dengan kondisi kita. Hasil tes tekanan darah yang tinggi dalam sekali tes tekanan darah belum bisa mengindikasikan bahwa kita sedang mengidap hipertensi. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah biasanya menggunakan stigmomanometer manual atau digital. Untuk lebih mudahnya, pemeriksaan tekanan darah juga bisa kita lakukan sendiri di rumah jika memang memiliki perlengkapan pribadi. Hal ini bisa dilakukan untuk mengetahui tekanan darah secara berkala. Tes darah dan urin mungkin dianjurkan oleh dokter untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang bisa memicu hipertensi.

Untuk mengatasi hipertensi, perubahan gaya hidup dan mengkonsumsi obat anti-hipertensi bisa menjadi solusi yang baik. Tingginya tekanan darah bisa memicu terjadinya penyakit berbahaya lain seperti serangan jantung dan stroke. Perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat dan renda lemak, mengurangi konsumsi garam, berolahraga secara rutin, menurunkan berat badan, dan berhenti merokok serta kurangi konsumsi miras. Beberapa penderita hipertensi bisa pulih dengan melakukan perubahan gaya hidup secara disiplin sehingga tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan.

Penggunaan obat-obatan juga sering menjadi solusi untuk pengobatan hipertensi. Beberapa penderita hipertensi biasanya mengkonsumsi obat-obatan selama bertahun-tahun sampai tekanan darahnya bisa terkendali. Beberapa jenis obat yang biasanya diberikan adalah Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, obat ini akan menurunkan tekanan darah dengan membuat dinding pembuluh darah rileks. Selajutnya adalah Calcium channel blockers, seperti namanya, obat ini akan menhambat kalsium memasuki sel otot jantung dan pembuluh darah. Lalu ada obat Diuretik, ini adalah obat untuk membuang sisa air dan garam melalui urin. Beta-blockers juga menjadi salah satu obat untuk mengatasi hipertensi. Obat ini berfungsi untuk memperlambat detak jantung sehingga tekanan darah menjadi menurun. Yang terakhir adalah Alpha-blockers, yaitu obat yang akan melemaskan pembuluh darah sehingga darah yang mengalir menjadi lancar.

Jika tidak ditangani dengan tepat, hipertensi akan menyebabkan beberapa gangguan lain seperti serangan jantung atau stroke, aneurisme, rusaknnya pembuluh darah pada ginjal, dan sindrom metabolic. Untuk menghindari hipertensi, penerapan pola hidup sehat bisa menjadi solusi. Pencegahan bisa dilakukan dengan cara yang sudah disebutkan sebelumnya.

Itulah beberapa informasi mengenai hipertensi. Semoga bermanfaat.

Konsultasikan kesehatan anda di Health Care Personal Consultation

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.