Home Buleleng Round Up Penganiayaan Berujung Bunuh Diri Di Lingkungan Petak Astina

Penganiayaan Berujung Bunuh Diri Di Lingkungan Petak Astina

157
0
SHARE
Polisi memasang polis line pada TKP

Astina, Kasus penganiayaan yang berujung bunuh diri, terjadi di Gang Ratnadi III Lingkungan Petak, Kelurahan Astina, pada Selasa (13.02.2018) , antara Alamsyah (32) warga setempat dengan Putu Agus Suara Saputra alias Agus (38) warga Lingkungan Delod Peken, Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng.

Kejadian yang cukup membuat geger warga itu berawal saat Alamsyah membaca sms Agus yang ditunjukan kepada istrnya bernama Lina Rumbiana. Belum diketahui pasti apa isi dibalik sms tersebut, yang membuat Alamsyah naik pitam dan langsung menuduh istrinya yang sehari-hari berjualan nasi kuning di Pasar Buleleng berselingkuh dengan Agus.

Alamsyah yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di DLH Buleleng tidak terima dan langsung menghubungi Agus yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai kontrak lingkup Pemkab Buleleng melalui telepon seluler untuk bertemu di rumah Alamsyah di lokasi kejadian. Agus yang datang ke rumah Alamsyah, seketika disambut oleh Alamsyah yang membawa pisau belati.

Pisau belati yang dihujamkan Alamsyah tepat mengenai dada kiri dan perut kanan Agus. Agus pun berlari, dan langsung dilarikan oleh warga setempat menuju ke RSUD Buleleng, untuk mendapatkan penanganan medis. Usai menusuk Agus, diduga karena panik dan takut mendekam di penjara akibat menusuk orang, Alamsyah pun berusaha melakukan aksi bunuh diri dengan akan meminum racun. Namun, nyatanya niat itu malah urung dilakukan, lantaran Alamsyah tidak menemukan botol racun.

Batal bunuh diri memakai racun, tidak disangka, Alamsyah yang berasal dari Kelurahan Kampung Singaraja malah mengambil sebotol bensin yang sempat dibeli sebelumnya dan menuangkan bensin diatas kasur yang ada di ruang kamar tamunya serta menyiram dirinya, yang selanjutnya pelaku membakar dirinya sendiri.

Warga beserta keluarga Alamsyah yang panik, langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran. Sebanyak 1 unit mobil Damkar datang ke lokasi, dan berhasil memadamkan api. Sayang, seluruh tubuh Alamsyah sudah gosong. Dalam kondisi gosong 100 persen, Alamsyah langsung dilarikan ke RSUD Buleleng. Namun saat dalam perjalanan, Alamsyah menghembuskan nafas terakhir.

Kepala Lingkungan Peguyangan yang mewakili Kepala Lingkungan Petak, Made Wirayuda Oka membantah, jika persoalan ini dipicu perselingkungan antara istri Alamsyah dengan Agus. Menurut dia, persoalan ini hanya karena hutang piutang antara istri Alamsyah dengan Agus.”Si Alam membuka HP istrinya yang berisikan SMS dari si Agus yang menerangkan masalah utang piutang. Terus Si Alam mengambil HP diteleponlah Si Agus untuk datang ke Petak ada yang dibicarakan. Setelah datang Si Agus Dicekamlah dia(Agus-red) hingga tiga kali dengan senjata pisau. Setelah ditusuk si Agus lari keluar dan Si Alam masuk ke dalam mau minum racun  serangga. Karena dilarang ortunya akhirnya tempat tidurnya dibakar dan dia masuk ke sumber api hinga terbakar,”bebernya

Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara, saat ditemui di RSUD Buleleng mengakui menerima dua pasien akibat luka bakar dan satu pasein akibat luka tusuk dan tengah dilakukan penanganan medis.

Hingga saat ini anggota polisi masih melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi-saksi. Adapun barang bukti yang diamankan antara lain, uang tunai sebesar 50 ribu rupiah, satu buah kalung emas, satu buah pisau dapur berisi bercak darah, satu buah kasur dalam kondisi telah terbakar, dan satu buah botol racun serangga.(Wir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.