Home Buleleng Round Up Penanganan Kasus Threesome, Polisi Gelar Rekontruksi Awal

Penanganan Kasus Threesome, Polisi Gelar Rekontruksi Awal

27
0
SHARE

Kampung Kajanan, Kasus threesome atau melakukan hubungan bertiga secara estafet ditangani Sat Reskrim Polres Buleleng, bahkan setelah mendengarkan keterangan dua orang saksi, sejumlah polisi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan rekontruksi awal.

Threesome atau hubungan badan yang dilakukan bertiga dengan melibatkan seorang pelajar putri oleh gurunya menjadi perhatian publik, bahkan permasalahan ini telah menjadi perhatian secara nasional sehingga Sat Reskrim Polres Buleleng sangat serius melakukan penanganan dengan tersangka dua pegawai honorer tersebut.

Sebagai langkah awal penanganan kasus tersebut, Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng telah emndengarkan keterangan dua orang saksi termasuk mengundang korban V untuk didengarkan keterangannya di Mapolres Buleleng, bahkan Jumat siang polisi juga mendatangi lokasi kejadian di sebuah tempat kost di Jalan Sahadewa Singaraja untuk melakukan rekontruksi awal.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, penanganan kasus tersebut terus dilakukan dan untuk sementara masih dua saksi yang telah didengarkan oleh penyidik, bahkan kasus tersebut dilakukan penanganan dalam dua berkas perkara sesuai dengan fakta perbuatan yang dilakukan para pelaku.

Kasubag Humas Sumarjaya mengatakan, kedua pelaku saat ini secara resmi telah dilakukan penahanan dan proses penanganan masih terus dilakukan untuk memastikan perbuatan asusila yang telah dilakukan para pelaku. “Sementara masih dalam perkembangan. Masih pendalaman proses penyidikan oleh PPA Polres Buleleng. Waktu penahanan di penyidik 20 hari, diperpanjang 40 hari, kalau ancaman hukuman diatas 9 tahun bisa diperpanjang melalui pengadilan negeri selama 30×2 hari. Tersangka sudah ditahan sejak kemarin,”ujarnya.

Sebelumnya, Dua oknum pegawai honorer, AA Putu Wartayasa (36) seorang pegawai Honorer di Pemkab Buleleng bersama pacarnya Ni Made Sri Novi Darmaningsih yang merupakan guru penyuluh honorer Bahasa Bali di Sekolah Kejuruan yang berlokasi di Jalan Sudirman Singaraja terpaksa diamankan Sat Reskrim Polres Buleleng, sebab keduanya terlibat kasus persetubuhan menyimpang dengan melibatkan anak dibawah umur yang notabene merupakan anak didik pelaku.

Dalam penanganan kasus tersebut, ibu dua orang anak bersama selingkuhannya diamankan di Mapolres Buleleng dan masih dilakukan penyidikan secara intensif, bahkan Sri Novi Darmaningsih disangkakan telah melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak didik atau tenaga kependidikan, sesuai pasal 81 (1) Junto pasal 82 ayat (2)  Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak sedangkan untuk pelaku Wartayasa dijerat dengan pasal 81  ayat (1), (2) UU Nomor 35 tahun 2014 atas dugaan melakukan tindak pidana Persetubuhan terhadap anak dibawah umur.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.