Home Buleleng Round Up Pemkab Buleleng Rutin Gelar Pasar Pangan Lokal

Pemkab Buleleng Rutin Gelar Pasar Pangan Lokal

21
0
SHARE

Banjar Jawa, Pemkab Buleleng melalui Dinas Ketahanan Pangan terus berupaya mengembangkan dan memberikan ruang kepada para pelaku industri kreatif guna memamerkan hasil produksi lokal.

Ruang untuk pameran hasil dari UKM, baik pangan maupun non-pangan disetiap kegiatan Pemkab Buleleng cukup terbuka. Bahkan dalam setiap kesempatan apel krida para pelaku pasar pangan local diberikankesempatan untuk memamerkan barang dagangannnya. Seperti yang digelar Jumat (11/10) di Taman Kota Singaraja. Berbagai hasil olahan pangan non beras, hasil pertanian serta produk kerajinan ditata rapi oleh Kelompok Wanita Tani, KWT dan para pengrajin yang ada di Kabupaten Buleleng untuk dijual kepada masyarakat umum serta para pegawai Pemkab Buleleng yang mengikuti apel krida

Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG, tampak terlihat ikut meninjau beberapa hasil olahan, hasil pertanian serta kerajinan yang dipamerkan. Wabup Sutjidra menghampiri satu persatu stand pameran dan berkomunikasi dengan pemilik stand pameran.

Menurutnya, pameran ini cukup memberikan ruang kepada para pedagang bahan olahan pangan local untuk bertransaksi. Sutjidra mengungkapkan, pameran kali ini cukup diminati oleh masyarakat sekitar karena barang-barang yang di jual memiliki kualitas baik, terbukti banyak masyarakat yang sudah menanti sejak pagi untuk berbelanja.

Ia mengapresiasi beberapa masyarakat yang terlihat berbelanja menggunakan tas ramah lingkungan guna mendukung Peraturan Gubernur, Pergub  Bali Nomor 97 Tahun 2018, Tentang Pembatasan Timbulan Sampah plastik sekali pakai. Dengan memakai tas ramah lingkungan atau pengurangan sampah plastik menurutnya akan mendukung program Pemerintah. Seperti yang dicanangkan Pak Gubernur yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga alam Bali beserta seluruh isinya,

Sementara itu,  Kepala Dinas Ketahanan Pangan Buleleng. Nyoman Surya Temaja, mengatakan pada pasar pangan lokal yang diselenggarakan pada kali ini memang sedikit berbeda agar tidak monoton, yakni dengan juga menampilkan hasil kerajinan dari barang-barang daur ulang serta produk kain tenun asli Buleleng.  Kegiatan ini menurut Surya TEmaja digelar pada minggu ketiga agar dapat memberikan ruang kepada pelaku UKM dan KWT berkesempatan untuk memamerkan hasil olahan pangan, hasil pertanian maupun bentuk kerajinan yang ada di Buleleng.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.