Home Buleleng Round Up Warga Jinengdalem Buka Lahan Pangan “Lapor Bumas”

Warga Jinengdalem Buka Lahan Pangan “Lapor Bumas”

94
0
SHARE

Jinengdalem, Sebagai upaya memenuhi kebutuhan warga yang terdampak covid-19, warga desa Jinengdalem yang membuka lahan pangan yang dinamai Lahan Produktif Buat Masyarakat (Lapor Bumas).

Termotivasi dari program dinas pertanian yang memanfaatkan lahan non produktif milik warga, sehingga warga desa Jinengdalem yang tergabung dalam Komunitas Pemanfaat Lahan Non Produktif bekerjasama dengan warga pemilik lahan untuk mengolah lahan dengan luas sekitar 23 are sebagai lahan pangan. Dari puluhan are tersebut baru 5 are yang ditanami berbagai jenis buah dan sayur.

Perbekel Desa Jinengdalem Ketut Mas Budarma mengatakan sisa lahan akan dikembangkan untuk menanam tanaman tomat hibrida, bunga marigold atau gumitir warna putih dan merah serta peternakan ayam. Berada pada daerah kering, untuk menjaga lahan mendapatkan air yang cukup Komunitas Pemanfaat Lahan Non Produktif juga dibantu melalui CSR dari Perumda Tirta Hita Buleleng, berupa bak penampungan air serta jaringan pengairan di beberapa titik pada lahan tersebut. ”Prosesnya kemarin pembersihan lahan karena awalnya hanya tempat pembuangan sampah tidak berfungsi sama sekali, karena pengolahan lahan hanya ditambah dengan pupuk organik, jadi harus diberikan pupuk organic untuk mendapatkan kandungan tanah yang lebih baik,”ungkapnya.

Perbekel Mas Budarma menyebut tahap persiapan dilakukan selama tujuh hari dengan jumlah orang yang banyak. Ada sekitar 15 orang warga yang bekerja, menggarap lahan di Banjar Dinas Dalem desa Jinengdalem kecamatan Buleleng tersebut. ’”Harapan saya ini sebagai contoh untuk masyarakat yang memeiliki lahan yang seperti ini bisa diberdayakan lahannya agar seperti ini,”ujarnya.

Pada masa pandemi, sektor pariwisata memang terkena imbas yang sangat banyak. Beberapa warga desa Jinengdalem yang bekerja di berbagai bidang di sektor pariwisata juga harus kehilangan pekerjaannya. Sehingga dengan di kelolanya lahan non produktif tersebut, bisa menjadi lapangan pekerjaan baru bagi warga. ”Karena hasil pertanian dimanfaatkan oleh manusia, jadi ini merupakan kebutuhan, ini adalah usaha yang harus kita kembangkan disamping pariwisata ada perubahan yang lebih baik ini bisa sebagai pilihan,”pungkasnya.

Satu yang menarik dari pengelolaan lahan tersebut yaitu sistem pengairannya yang mengimplementasikan teknologi nirkabel. Hanya menggunakan telepon pintar, dapat menghidupkan atau mematikan mesin water sprinkle. ”Karena warga saya ada bergerak ada di IT, jadi bisa dilakukan seperti ini, Cuma saat ini masih terbetas karena masih menggunakan sistem bluuetoth nanti kedepan akan menggunakan sistem sms,”tegasnya.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.