Home Buleleng Round Up Pelajar SMP Disetubuhi Bergilir, Satu Pelaku Tidak Dikenal

Pelajar SMP Disetubuhi Bergilir, Satu Pelaku Tidak Dikenal

139
0
SHARE

Kampung Kajanan, Kasus persetubuhan mencuat di Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng bahkan disebutkan aksi itu dilakukan secara bergilir oleh empat orang pelaku secara terpisah, anehnya korban yang masih tercatat sebagai pelajar SMP tersebut tidak mengenal salah satu pelaku.

Berawal dari korban yang menghilang selama dua hari, aksi persetubuhan yang dilakukan secara bergilir dengan korban anak dibawah umur di Kelurahan Penarukan dan Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng terungkap dari introgasi yang dilakukan orang tua korban, namun ada ketakutan untuk melaporkan kasus itu secara hukum.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Jumat 16 Oktober 2020 membenarkan adanya dugaan kasus persetubuhan di Kelurahan Penarukan dan Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng, namun upaya secara hokum masih dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)  Sat Reskrim Polres Buleleng. “Peristiwa ini masih dlam proses penyelidikan. Orang tua korban baru datang ke unit PPA akan menyampaikan laporan dugaan perbuatan cabul yang menimpa anaknya yang masih duduk di bangku SMP. Informasi lebih lanjut akan disampaikan nanti setelah penyelidkan. Sementara korban akan diterima laporannya dan akan dilakukan langkah-langkah permintaan visum,”ungkapnya.

Berdasarkan informasi menyebutkan, korban yang berusia 14 tahun, pada Minggu 11 Oktober 2020 sekitar pukul 19.00 wita keluar rumah tanpa ijin orang tua dengan mengunaakan sepeda motor, namun dalam perjalanan kehabisan bensin hingga kemudian bertemu dengan RA yang kemudian mengajak jalan-jalan dan ke rumah  AC, RA selanjutnya melakukan persetubuhan dengan korban, bahkan korban ditinggalkan oleh RA sehingga AC juga melakukan aksi serupa dengan korban yang menginap dirumahnya.

Berdasarkan informasi juga menyebutkan, dengan musibah yang dialaminya itu korban tidak berani pulang ke rumahnya, bahkan kemudian bertemu dengan temannya ER dan diajak ke Desa Jinengdalem, selanjutnya ER melakukan persetubuhan dengan korban, bahkan setelah itu korban diajak keluar dan ditinggalkan kemudian menginap dirumah yang tidak dikenal pemiliknya, bahkan kasus persetubuhan kembali dialami oleh korban.

Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng sendiri dalam proses penanganan kasus ini juga masih mengalami kendala, sebab pengakuan korban masih berubah-ubah diduga akibat trauma dan ketakutan untuk melaporkan kasus tersebut secara hukum.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.