Home Buleleng Round Up Pasca Polemik Limbah Babi di Desa Bila Dinas LH Tegur PT...

Pasca Polemik Limbah Babi di Desa Bila Dinas LH Tegur PT ABS

26
0
SHARE

Singaraja, Dinas Lingkungan Hidup, LH Kabupaten Buleleng telah melayangkan teguran  kepada PT Anugrah Bersama Sejahtera, ABS yang mengelola peternakan babi di desa Bila Kecamatan Kubutambahan.

Peringatan berupa teguran tertulis dilayangkan Dinas LH tertanggal 7 Mei 2018. Hal itu disampaikan Kadis LH Putu Ariadi Pribadi via telepon Rabu (09/10). Menurutnya Dinas LH telah melayangkan surat peringatan berupa surat teguran pertama kepada PT ABS karena belum memenuhi beberapa kriteria baku mutu pengelolaan lingkungan hidup dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup sebagaimana diatur dlaam Pergub Bali mnomor 16 tahun 2016.

Kadis LH Putu Ariadi Pribadi mengingatkan PT ABS untuk segera memnuhi surat pernyataan yang pernah dibuatnya tanggal 23 April 2019. Dalam surat pernyatana itu disebutkan bahwa PT. ABS bersedia memasang alat ukur debit laju air limbah cair dan melakukan pencatatan debit harian air limbah selama limabelas hari. Pada point kedua dinyatakan bahwa PT ABS sanggup melakukan pengurasan terhadap lima bak instalasi pengelolaan limbah, IPAL selama satu bulan atau tigapuluh hari, bersedia melakukan uji berkala air limbah satubulan sekali selama tiga bulan dan bersedia mematuhi aturan selama lima bulan limabelas hari. Jika hal ini tidak dipenuhi maka dinas LH akan meningkatkan sanksi berupa teguran tertulis kedua kepada PT ABS. “Kita bisa tingkatkan lagi sanksi teguran yang kedua untuk PT ABS dalam mengelola limbah cairnya itu. Dari surat teguran tertulis itu kita sudah bina dulu yang bersangkutan, setelah itu PT ABS membuat surat pernyataan dan diberikan waktu selama 6 bulan untuk memenuhi baku lingkungannya,”terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya warga masyarakat sebagai penyanding peternakan Anugrah Bersama Sejahtera, ABS yang dibangun tahun 2015 lalu kembali mengeluhkan bau tak sedap di kawasan itu. Salah seorang warga Putu Padma menjelaskan bau pesing dan menyengat yang dihasilkan oleh ratusan ekor babi di dekat rumahnya sangat mengganggu kenyamanan warga setempat. Sebanyak 17 KK mengeluhkan kondisi ini. Bahkan setiap hari kini warga menggunakan masker untuk mengurangi bau pesing dari limbah cair peternakan babi yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah penduduk.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.