Home Buleleng Round Up Parade Puisi dari Rumah Ibunda Bung Karno Gugah “Jasmerah”

Parade Puisi dari Rumah Ibunda Bung Karno Gugah “Jasmerah”

59
0
SHARE

Paket Agung, Parade puisi yang digelar Guntur Global Media bertajuk satu jam dari rumah ibunda Bung Karno mampu membangkitkan ingatan mengenang sejarah masa lampau.

Parade puisi dalam rangka Bulan Bung Karno juga dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana. Usai membaca puisi berjudul “Sarinah-sarinah”, Kariyasa Adnyana mengatakan DPR RI telah mengajukan beberapa peninggalan ibunda Bung Karno menjadi cagar budaya. “Kemarin sudah diusulkan, karena masalah internal tentunya akan cepat diselesaikan. Sebelum covid ini (rumah rai srimben, red) sudah masuk nominasi. Jadi tahun 2021 kita akan kawal supaya bisa masuk. Apalagi presiden jokowi adalah salah satu kader PDI Perjuangan yang di ketuai Megawati, seharusnya mereka ingin tempat ini menjadi sejarah nasional,”ungkapnya.

Ditempat yang sama Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna yang juga berkesempatan membacakan koleksi puisi Bung Karno dengan judul “Semangkuk Kecil Sehari” berjanji akan mengawal pelestarian bangunan bersejarah milik ibunda Bung Karno. “Kedepan kami berharap dn akan berusaha untuk bukti-bukti sejarah terkait Bung Karno bsa kita jaga dan lestarikan melalui restorasi sehingga tidak menghilangkan keaslian dari bangunan bersejarah ini. Karena kami sudah mendengar dari Badan Cagar Budaya Nasional untuk mengubah ini menjadi cagar Budaya Nasional maka kita akan mendorong Bupati untuk lebih proaktif melakukan koordinasi,”ujarnya.

Sementara itu apresiasi datang dari salah seorang tokoh Bale Agung, Jro Mangku Made Arsana. Beberapa kali Bupati Buleleng turun untuk berkoordinasi menata rumah Ibunda Bung Karno menjadi kawasan Heritage.”Kendala tidak ada, Bupati jelas-jelas bilang ia menarus perhatian besar pada Bale Agung. Untuk itu ia akan membentuk tim cagar budaya. Kami juga akan menyelenggarakan pertemuan keluarga untuk menyambut ini. Kemudian perencanaan Kawasan Heritage juga sudah jelas,”pungkasnya.

Seniman Putu Satria Kusuma mengungkapkan parade puisi di Bulan Bung Karno diharapkan dapat menggugah generasi muda agar tidak melupakan sejarah. Sutradara Teater Selem Putih tersebut berharap restorasi yang akan dilakukan pemerintah daerah  bersama pihak terkait tidak menghilangkan roh dari bangunan tersebut.”Ini baru petama kalinya saya kesini, jadi saya kagum, ada aura magisnya. Meskipun tidak diperbaiki namun ini sangat luar biasa. Jika akan diperbaiki, tolong hati-hati agar tidak menghilangkan awal mula ibunda Soekarno disini. Gantilah seperlunya supaya tidak kehilangan roh atau taksu dari rumah ini,”ucapnya.

Disisi lain puisi-puisi karya Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia itu dikagumi Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali Ir. I Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana.

Mengawali parade puisi, Anggota dewan sekaligus istri dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Aries Sujati Suradnyana membacakan puisi berjudul “Dimakan Api Unggun”.

Sebanyak empat belas peserta ikut berpartisipasi membacakan puisi ciptaan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut, Sabtu 27 Juni 2020. Bertempat di teras rumah ibunda Bung Karno, kegiatan dimulai pukul 19.00 wita.

Parade puisi menyambut Bulan Bung Karno, tidak hanya diisi oleh sastrawan, namun segenap elemen masyarakat. Seperti Anggota Dewan, Akademisi, Tokoh Bale Agung, hingga Camat Kubutambahan Made Suyasa.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.